Spread the love

BataraNews.com – Marah, nada suara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) langsung meninggi ketika ada wartawan bertanya perihal laporan panitia khusus (pansus) DPRD tentang kasus Rumah Sakit Sumber Waras ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Anda dari harian mana sih?,” tanya Ahok pada wartawan pria tersebut dengan nada tinggi, di Balai Kota, Jumat (30/10/2015) sore.

Wartawan itu pun memperkenalkan diri datang dari sebuah harian nasional terkemuka. “Makanya koran kamu terus bikin judul dan mau nyerang gue,” kata Ahok ketus.

Bahkan, Basuki balik menantang media wartawan itu untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran dalam pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras.

“Lo bilang ke seluruh grup koran lo, cari dan bikin judul khusus (tentang RS Sumber Waras). Cari wartawan yang lebih pinter, mau (tanya) apalagi kamu? Mau interview khusus sama gue,” kata Basuki lagi masih dengan nada suara tinggi.

Wartawan itu sama sekali tidak tampak takut, tidak terlihat menunduk, maupun pucat pasi, bahkan dia semakin berani. Dia pun merespon luapan emosi Ahok. “(ini) tugas, Pak,” kata wartawan itu.

Mendengar jawaban wartawan tersebut, emosi Ahok mereda. Bahkan mengaku tidak habis pikir dengan tindakan pansus Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke KPK. Sebab, BPK sendiri memperpanjang waktu audit investigasi. Dari 60 hari menjadi total 80 hari.

“Makanya saya tanya sederhana saja sama anda, BPK saja masih minta waktu tambahan 20 hari. Sekarang tinggal 18 hari lah (menunggu hasil audit investigasi BPK tentang pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras). Bagaimana (DPRD) bisa ada temuan, terus sekarang lapor ke KPK,” kata Ahok.