BataraNews.com – Forum Dosen Muda dan Mahasiswa Universitas Riau dan Forum Guru Melawan Asap menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Sudirman (disamping kantor Gubernur) Pekanbaru, Riau, Jumat (23/10/2015).

Mereka menilai Presiden Joko Widodo tak sanggup lagi menanggulangi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan, terutama di Riau. Pasalnya, bencana tersebut sudah lebih dari empat bulan. Sedangkan Presiden Jokowi berjanji mampu mengatasi bencana itu dalam tempo tiga minggu.

Namun, beberapa upaya dilakukan untuk memadamkan kebakaran justru kabut asap kian parah.

“Kami mendesak pemerintahan Jokowi-JK, jika tidak mampu mengatasi bencana asap di Sumatera dan Kalimantan, sebaiknya segera mundur dari pemerintahan. Negara ini bukan untuk main-main. Banyak yang dipertaruhkan. Kalau tidak mampu, jangan ngotot bertahan. Mundur saja,” kata Hendri Marhadi, pemimpin unjuk rasa dalam orasinya.

Selain itu, massa juga mendesak Gubernur Riau dan bupati di provinsi itu untuk segera mencabut izin perusahaan HTI (hutan tanaman industri) dan HGU (hak guna usaha) yang terbukti dibakar maupun terbakar di Riau. Menurut Hendri, jika perusahaan tidak membakar, kabut asap tidak akan separah sekarang.

“Tidak saja izin yang dicabut, pemilik perusahaan juga harus ditangkap,” ujarnya.

Dia juga mendesak Gubernur Riau dan para bupati tidak membiarkan masyarakat terdampak bencana asap yang membahayakan nyawa mereka. Segera sediakan tempat-tempat steril, seperti hotel-hotel, sebagai tempat evakuasi balita dan anak-anak. “Segera sediakan satu tabung oksigen untuk satu rumah,” katanya.

Begitu pun Forum Guru Melawan Asap, mereka menuntut hal serupa, yakni meminta Presiden tidak main-main menangani kebakaran hutan dan lahan, idak hanya di Riau, tapi di seluruh Indonesia.

“Kami meminta Kapolri, Jaksa Agung, agar menghukum seberat-beratnya perusahaan dan perorangan yang membakar hutan dan lahan. Kita juga minta Presiden dan para wakil rakyat di Senayan agar segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan sebagai bencana nasional,” kata Sahran Ritonga, koordinator Forum Guru Melawan Asap Kota Pekanbaru.