BataraNews.com – Kabar membludaknya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak pernah jelas. Jokowi berdalih lantaran tidak seragamnya data antara pemerintah, pelaku usaha, ataupun lembaga lain yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Jokowi mengatakan, selama ini disebutkan ribuan tenaga kerja telah di-PHK akibat pelemahan ekonomi. Namun, saat dikroscek di lapangan tidak ditemukan kebenarannya.

“Kamu lihat di lapangan kalau ada informasi (PHK) seperti itu. Saya kejar di lapangan, angka itu juga tidak jelas,” ujarnya di Tangerang, Banten, seperti dilansir Sindonews, Senin (5/10/2015).

Media massa, lanjut Jokowi, sudah sedianya tidak hanya memberitakan mengenai jumlah tenaga kerja yang ter-PHK. Sebab hal ini menimbulkan sikap pesimisme terhadap masyarakat Indonesia. Padahal, banyak pula perusahaan yang justru merekrut banyak tenaga kerja ditengah gempuran pemberitaan PHK massal.

“Jadi mikirnya jangan itu (PHK). Mikirnya rekrutmen itu. Kita ini golongan optimis. Jadi jangan diberitakan hanya PHK,” imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi berpesan kepada pelaku usaha agar selalu mengomunikasikan apapun kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha di Tanah Air. Hal tersebut dilakukan agar tenaga kerja yang terkena PHK dapat lebih ditekan.

“Kalau ada saya sampaikan, kesulitannya apa disampaikan. Kalau ada hal yang bisa kita bantu ya kita bantu. Karena ini menyangkut rakyat yang kerja di perusahaan. Itu yang ingin kita selesaikan,” tandasnya.