BataraNews.com – PT Pelindo II dibawah kepemimpinan Direktur Utama (Dirut) RJ Lino telah mengalami beberapa kemajuan pesat. Tetapi seiring dengan pesatnya arus bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok terutama di Jakarta International Container Terminal (JICT) perlu adanya beberapa pembenahan. Hal itu disampaikan oleh Ketua LSM Peduli Kejujuran (Pijar), Andi Syamsul Bahri.

“Salah satu contohnya masa tunggunya untuk bongkar muat kapal (dwelling time) yang masih sekitar 4-5 hari perlu pembenahan secara total, untuk mempercepat menjadi 1-2 hari,” tegasnya.

Pemerintah dalam hal ini, tambahnya, harus mempersiapkan regulasi secara tepat, terutama di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Bea Cukai, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Pertanian (Kementan) harus duduk bersama untuk membuat perangkat-perangkat regulasi yang pada akhirnya bisa dipersingkat.

“Ada permainan mafia diproses dwelling time yang dimainkan oleh Kemendag dan Bea Cukai. Disisi lain, para eksportir dan importir tidak berdaya menghadapi permainan tersebut, yang dilakukan oleh oknum-oknum itu. Akibatnya, terjadilah pembengkakan biaya ongkos bongkar muat,” beber pria yang akrab disapa Daeng ini.

Terkait persoalan mafia dalam dwelling time tersebut, Daeng menyarankan kepada Pemerintah untuk serius menanganinya dengan cara tegas.

“Pecat semua orang yang berhubungan dengan dwelling time, baik di Kemendag dan Bea Cukai,” pungkasnya.