BataraNews.com – Serikat Pekerja Pelindo II mencurigai perpanjangan kontrak antara Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan Hutchison Port Holding (HPH). Pasalnya konsesi HPH 51% sedangkan JICT 49%. Kecurigaan tersebut disampaikan oleh SPP II dalam acara audiensi dengan Komisi VI DPR RI beberapa waktu lalu.

“Tenaga asing milik Hutchison tinggal satu orang. Semua pekerjaan sudah bisa ditangani sendiri .Until spa diperpanjang'” kata perwakilan Serikat pekerja Pelindo II.

Para pekerja Pelindo II membeberkan keuntungan HPH dalam kerjasama tersebut. Menurutnya, negara dirugikan hingga triliunan rupiah. “Mengapa konsesi keuntingan Hutchison lebih besar financing yang masuk negara? Inilah yang menjadi pertanyaan besar. Dengan keuntungan triliunan rupiah tiap tahun, Hutchison keruk uang besar, padahal hanya modal managemen saja. Tenaga sebagian besar orang Indonesia,” ungkapnya.

Anehnya, tambah perwakilan SPP II, setelah kontrak 20 tahun, yang berakhir pada  tahun 2019, orang yang ngotot diperpanjang justru RJ Lino.

“Ada apa? Sebenarnya tidak sulit menjawabnya. Karena permainan uangnya sudha tertata tapi, dia takut bila kontrak dihentikan ratusan milliar lepas dari tangan,” pungkasnya.