Rini Bakal Gusur Perkebunan Teh Jadi Real Estate, 60 Ribu Orang Terancam Nganggur

Spread the love

BataraNews – Menteri BUMN Rini Soemarno berencana mengubah perkebunan teh seluas 2.952 HA menjadi real estate. Rencana itu dinilai bakal mengancam kelangsungan hidup 60 ribu tenaga kerja dan keluarganya.

“Lahan seluas hampir 3000 hektar yang beralih fungsi akan membunuh secara perlahan 60.000 pekerja dan 120.000 orang yang tergantung pada pegahasilan pemetik teh,” ungkap pengamat sosial dan aktivis perempuan Lies Marcoes, Selasa (08/09/2015).

Rini berdalih, real estate dianggap mampu mendatangkan lebih banyak rupiah ketimbang kebun teh. Namun, Lies mengatakan bahwa PTPN (Perkebunan Nusantara) sebagai pemilik lahan memang didisain untuk menjadi penyangga perut desa agar warga masih tetap punya sumber daya ekonomi di perdesaan tanpa keterampilan terlalu canggih.

“Perkebunan diperuntukan sebagai bantal penyangga kemiskinan penahan laju migrasi ke kota. Ketika sebagain kaum muda mendapatkan pendidikan, dan pindah ke kota, di desa tetap dibutuhkan lapangan pekerjana bagi yang bertahan di desa seperti perempuan tua yang nyambi mengasuh cucu, dan mereka yang tak memenuhi syarat bekerja di sektor industri manufaktur,” jelasnya.

Lies menegaskan bahwa mempertahankan perkebunan teh adalah pilihan dan sikap ideologi kerakyatan.

“Itu tak bisa dilihat dari profit yang sifatnya ‘uang’ tetapi profit sosial dan rasa keadilan,” imbuhnya.

Ia pun menyarankan agar Rini membantu mencari pasar agar BUMN PTPN tak merugi, bukan langsung mematikannya. Dia juga mengusulkan supaya PTPN melakukan efisiensi dengan membuang lapisan tebal di staf menejemen yang menyerap gaji besar serta menghindari korupsi.

“PTPN seharusnya bisa menjadi perwujudan Sila ke 2 dan ke 5 Pancasila,” pungkasnya.