BataraNews, Medan – Wakil Ketua DPRD Toba Samosir (Tobasa) Asmadi Lubis meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), menindaklanjuti laporan pengaduannya, terkait mahar politik dalam bursa calon Bupati Tobasa oleh Ketua DPD Gerindra Gus Irawan Pasaribu.

“Saya menjadi korban dari mahar politik partai dan sudah menyerahkan uang sebesar Rp 600 juta dari Rp 2,5 miliar yang diminta Gus Irawan,” ujar mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Tobasa tersebut, Kamis (6/8).

Asmadi mengatakan, protes mahar politik tersebut membuat dirinya dicopot dari jabatan Ketua DPC Partai Gerindra Tobasa itu. Dia menganggap, Gus Irawan yang mendepak dirinya. Oleh karena itu, Asmadi akan mengajukan somasi kepada Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya berani mengungkapkan ini karena sebagai kader yang membesarkan partai ini justru dibuang dari partai hanya karena mahar. Jika mahar lebih penting maka rusak dan hancurlah negara ini. Saya siap untuk membongkar mahar politik ini,” ungkapnya.

Asmadi mengungkapkan masalah mahar politik itu sesuai dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi No STTLP/928/VIII/2015/SPKT III tanggal 5 Agustus 2015, yang diterima Bripka Gomgom Tampubolon. Dia meminta polisi proaktif untuk memanggil pihak yang dilaporkan tersebut.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubdit Penmas) Polda Sumut AKBP MP Nainggolan membenarkan, polisi sudah menerima pengaduan Asmadi Lubis. Polisi akan mengumpulkan bukti, termasuk saksi dalam laporan pengaduan tersebut.

“Setelah bukti dan saksi itu mencukupi maka akan dilakukan gelar perkara sesuai pengaduan korban. Semua pihak yang terkait dalam penyerahan uang itu akan dipanggil, khususnya saksi yang melihat maupun menerima,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu membantah tuduhan Asmadi terkait mahar politik atas calon Bupati Tobasa tersebut. Menurutnya, laporan itu tidak benar dan bohong belaka.

Mantan Dirut Bank Sumut itu mengatakan, Gerindra Sumut sudah merekomendasikan balon Bupati Tobasa periode 2015 – 2020 kepada Asmadi. Namun, orang bersangkutan justru tidak mampu merangkul partai politik (parpol) lainnya. Apalagi, Gerindra di Tobasa hanya memiliki empat kursi di DPRD Tobasa.

“Saya sudah memperjuangkan Asmadi namun di tingkat Dewan Pimpinan Pusat memilih dan merekomendasikan orang lain. Partai tidak membenarkan adanya mahar politik. Jadi, apa yang disampaikan Asmadi tidak benar,” sebutnya.