Spread the love

Bataranews, Jakarta – Lemahnya perekonomian Indonesia membuat banyak perusahaan terancam “gulung tikar”. Pemerintah harus waspada menghadapi gelombang PHK.

Gelombang PHK merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi, sebagai dampak dari melemahnya rupiah pada titik terendah sejak 1998.

Lesunya sektor ekonomi ini, berdampak besar terhadap kredibiltas pemerintah di masyarakat. Sehingga, merosotnya nilai rupiah terhadap dolar bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan.

Bahkan, angka Rp 14 ribu itu bagaikan krisis 1998, yang bisa saja dapat menumbangkan penguasa. Dalam kondisi ini, pemerintah hanya bisa memproteksi akibat dari perselisihan antara tenaga kerja dan perusahaan.

Arus PHK telah terjadi pasca lebaran, ketika pemudik mulai kembali ke tempat kerja mereka masing-masing. Oleh karena itu, pemerintah harus berusaha keras, agar rupiah tidak terus-menerus melemah.

Persatuan Buruh Se-Indonesia mulai turun ke jalan, melakukan aksi unjuk rasa. Bahkan, besok dijadwalkan akan menggelar aksi yang lebih besar di depan Istana Negara. Mereka menuntut perubahan disektor ekonomi dan upah yang layak.

Akibat lesunya perekonomian, biaya hidup meningkat lantaran naiknya sejumlah barang kebutuhan pokok, sedangkan gaji mereka rendah. Para buruh akan terus memperjuangkan haknya dengan menggelar aksi ujukrasa diberbagai daerah.

Bukan tak mungkin, aksi buruh ini bisa menumbangkan penguasa, jika tuntutan mereka tak segera dipenuhi.