Bataranews, Jakarta – Ekonomi Indonesia semakin lesu lantaran nilai tukar rupiah makin melemah. Kesejahteraan rakyat semakin jauh dari harapan. Imbasnya harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan signifikan, ditambah penghasilan menurun, semakin menambah beban penderitaan rakyat.

Kondisi tersebut, menurut Direktur Gandhi Sentra Politik (Gaspol) Indonesia Virgandhi Prayudantoro, membuat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto gerah.

“Dengan keadaan Indonesia seperti sekarang ini membuat gerah Prabowo Subianto, beliau mengatakan siap memimpin demo minimal 10 juta manusia turun ke jalan untuk mendesak perubahan kepada pemerintahan Jokowi-JK ” tandasnya, Kamis (20/08/2015).

Apa yang diucapkan oleh Prabowo Subianto saat 17 Agustus 2015 itu, kata Virgandhi, harus disikapi oleh pemerintahan Jokowi-JK dengan peningkatan kinerja secara total untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Sebab, menurut Gandhi, sampai detik ini tidak terlihat perubahan yang signifikan yang terasa oleh rakyat Indonesia. “Malah mereka makin susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kita bisa lihat harga-harga yang semakin mahal yang sangat membebani mereka ” ujar Gandhi.

Dia berharap, pemerintahan Jokowi bisa fokus dengan nawacita dan trisaktinya untuk menyejahterakan rakyat Indonesia. “Bukan malah membuat rakyat menjadi korban kebijakannya selama ini ” tutupnya.