13 Juta Data yang Diklaim Punya Bukalapak Dijual di Dark Web

06 Mei 2020, 09:11:33 WIB Teknologi
13 Juta Data yang Diklaim Punya Bukalapak Dijual di Dark Web

Isu seputar pencurian data pengguna e-commerce masih ramai di Indonesia pada awal Mei ini. Setelah Tokopedia, kini giliran Bukalapak yang diterpa isu pelanggaran data.

Seorang hacker yang memakai username "Startexmislead" mengatakan dia memegang sekitar 13 juta data pengguna Bukalapak. Pengumuman ini ia publikasi pada Senin, 4 Mei 2020, di dark web bernama Raid Forums. 

Dia memberi sejumlah sampel data di sana, Yang menarik, sampel data ini mengekspos nama-nama penting di Bukalapak. Di sana ada nama tiga pendiri Bukalapak, yaitu Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid. Zaky dan Nugroho dahulu menjabat sebagai CEO dan CTO, tetapi kini keduanya telah meninggalkan jabatan tersebut. Sementara Fajrin, kini masih duduk di kursi Presiden Bukalapak. 

Baca Lainnya :

Selain itu, ada nama petinggi Bukalapak juga di sana. 

Belum diketahui validitas data-data tersebut, termasuk kapan data itu dikumpulkan. Peretas juga tak mencantumkan harga atas penjualan data-data tersebut. Dia meminta siapa pun yang berminat untuk menghubunginya lewat direct message (DM).

Bukalapak sendiri sudah merespons isu peretasan data pribadi penggunanya itu. Menurut Intan Wibisono, Head of Corporate Communications Bukalapak, perusahaan sekarang tengah melakukan investigasi atas laporan yang didapat. 

Intan menambahkan, Bukalapak selalu mengimplementasi berbagai upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan para penggunanya, serta memastikan data-datanya tidak disalahgunakan. 

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 511.836
    Sembuh : 429.807
    Meninggal : 16.225
    Dirawat : 65.804

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia