YLBHI Ungkap Sisi Gelap Keberadaan Virtual Police

28 Feb 2021, 20:43:58 WIB Hukum
YLBHI Ungkap Sisi Gelap Keberadaan Virtual Police

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menilai adanya virtual police (VP) bikinan Polri, bisa menyulitkan masyarakat untuk melakukan upaya banding ketika dikriminalisasi di media sosial.

Ketua YLBHI Asfinawati menjelaskan, VP ini akan semakin memburamkan kejelasan penegakkan hukum yang berkeadilan, terutama terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Poin utama, kalau kita tidak terima dengan pendapat VP kita banding ke mana," kata dia kepada VIVA, Minggu, 2 Februari 2021.

Baca Lainnya :

Dia mencontohkan salah satu bentuk pergerakan VP di media sosial mengenai komentar warganet di akun instagram milik Nissa Sabyan. Warganet bersangkutan disangkakan melakukan ujaran kebencian.

Dalam contoh kasus yang diinformasikan Asfinawati, VP menggunakan pendapat ahli dari sisi bahasa, di mana disebutkan penghinaan terhadap Nissa dilakukan oleh warganet di kolom komentar karena terkandung kata ‘anjing’ dan ‘jahanam’.

Dua kata tersebut disebutkan sebagai penanda cemooh dalam bahasa Indonesia, sehingga bisa dipidana karena memenuhi unsur pasal 27 ayat 3 UU ITE. VP dua kali memberikan peringatan pada akun yang bersangkutan.

Jika peringatan dua kali untuk mengoreksi komentar tidak dipenuhi, maka proses hukum disampaikan VP akan dijalankan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 1.589.359
    Sembuh : 1.438.254
    Meninggal : 43.073
    Dirawat : 108.032

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan-toelf
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan-toelf