Utang Pemerintah RI Membengkak, Sri Mulyani Bandingkan dengan Negara Lain

20 Okt 2020, 12:22:17 WIB Ekonomi
Utang Pemerintah RI Membengkak, Sri Mulyani Bandingkan dengan Negara Lain

Utang Pemerintah semakin membengkak di tengah pandemi COVID-19. Bahkan penarikan utang baru atau pembiayaan utang hingga akhir September 2020 saja sudah Rp 801,8 triliun, naik 155,1 persen atau lebih dari 2 kali lipatnya dari periode yang sama tahun lalu. 

Pemerintah menargetkan rasio utang tahun ini mencapai 38,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan meningkat di tahun depan meningkat mencapai 41,8 persen dari PDB. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah Indonesia dan hampir seluruh negara di dunia saat ini menjalankan kebijakan counter cyclical, di mana kebijakan belanja pemerintah tetap didorong meskipun penerimaan seret. Sehingga hal ini berimbas pada defisit APBN yang melebar dan pembiayaan utang yang meningkat. 

Baca Lainnya :

“Kalau kita lihat fiskal melakukan counter cyclical melalui deficit financing, implikasinya utang dari negara-negara ini mengalami kenaikan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers online APBN KiTa, Senin (19/10).  

Adapun hingga akhir tahun ini, defisit APBN diproyeksikan mencapai 6,34 persen dari PDB atau Rp 1.039,2 triliun. Sehingga pemerintah menargetkan pembiayaan utang mencapai Rp 1.220,5 triliun untuk menutup defisit tersebut.  

Meski demikian, Sri Mulyani mengklaim utang 

 Indonesia masih terjaga jika dibandingkan negara lain. Amerika Serikat, defisit anggarannya mencapai 10 persen bahkan rasio utangnya ditargetkan mencapai 131,2 persen dari PDB di tahun ini, dari tahun lalu 108,7 persen. 

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 543.975
    Sembuh : 454.879
    Meninggal : 17.081
    Dirawat : 72.015

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia