Terungkap! Pria Indonesia Diduga Jadi Ratu Penipu Hollywood

28 Nov 2020, 12:20:36 WIB Internasional
Terungkap! Pria Indonesia Diduga Jadi Ratu Penipu Hollywood

Hingga kini latar belakang Gobind di Indonesia itu belum banyak diketahui. Tapi dia diduga punya dua komplotan di Jakarta.

"Para korban mengatakan mereka menyerahkan ratusan dolar per hari kepada supir sebagai 'biaya transportasi' dan sering juga ratusan dolar untuk 'izin foto' atau biaya lain yang disebut penting," tulis Vanessa Grigoriadis dan Josh Dean dalam Vanity Fair.

"Ratu itu, menurut polisi Indonesia, memiliki paling tidak dua komplotan di Jakarta, yang menagih biaya. Menilik informasi yang kami dapatkan dari korban ... Ratu Penipu biasanya mendapatkan beberapa ribu dolar per korban - selain mereka yang ditipu beberapa kali, dan bolak balik ke Indonesia dan masih berharap untuk mendapatkan karier besar," tambahnya.

Belakangan diketahui bahwa nama Gobind ternyata palsu. Melalui foto-foto yang dikirim ke Ben Decker, penyelidik informasi salah pada platform digital, ditemukan bahwa nama Gobind Lal terkait dengan pria Indonesia lain bernama Rudy Sutopo.

Rudy Sutopo ternyata merupakan pengusaha Indonesia yang sempat dipenjara. Rudy Sutopo tidak dapat dihubungi, namun sang mantan istri mengatakan bahwa Gobind adalah murid dari Rudy. Selain itu mantan istri yang tidak disebutkan namanya itu juga mengatakan bahwa keduanya bertemu di penjara Cipinang dan Rudy sering melindungi Gobind.

"Dia selalu mendengar kabar dia (Gobind). Hampir setiap hari, namun selalu melalui pesan langsung DM (direct message), dari salah satu dari banyak akun media sosialnya," tulis Vanity Fair.

Menurut penjelasan FBI, dalam skema penipuan transnasional dengan sasaran warga Amerika Serikat itu, para korban awalnya dikontak dengan teks, email, atau tawaran pekerjaan mewah dalam industri hiburan. Para korban kemudian diberitahu bahwa pekerjaan itu mengharuskannya untuk mengunjungi Jakarta, Indonesia, untuk mencoba jasa yang ditawarkan.

"Para korban diberitahu bahwa pekerjaan mensyaratkan mereka untuk ke Indonesia, biasanya ke Jakarta untuk apa yang disebut mencoba jasa mereka. Begitu tiba di Indonesia, mereka ditemui seorang supir dan dipaksa memberikan uang dolar Amerika untuk jasa supir. Para korban diminta untuk terus membayar jasa lain dan biaya lain sampai perjalanan selesai atau mereka sadar mereka telah ditipu. Para korban tidak mendapat penggantian biaya perjalanan atau biaya lain saat di Indonesia," jelas FBI. [SB]

<< Kembali ke Halaman Sebelumnya




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 1.329.074
    Sembuh : 1.136.054
    Meninggal : 35.981
    Dirawat : 157.039

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan-toelf


+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook