Siasati Defisit Akibat Pandemi, Jokowi Rombak APBN

20 Okt 2020, 12:34:30 WIB Ekonomi
Siasati Defisit Akibat Pandemi, Jokowi Rombak APBN

Pandemi COVID-19 telah memukul sendi-sendi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Pendapatan negara jadi berkurang signifikan, sementara belanja pemerintah meningkat untuk menangani dampak pandemi.

Melihat dampak pandemi yang besar, Presiden Jokowi telah mengubah struktur APBN 2020 sebanyak 2 kali. Perubahan dilakukan secara besar-besaran. Jokowi dalam Laporan Tahunan Kantor Staf Presiden (KSP) 2020, menyebutkan, RAPBN dirancang sebelum ada pandemi, sehingga tak ada pilihan selain merevisi APBN. 

"APBN 2020 yang disusun sebelum pandemi terpaksa direvisi karena tak bisa menjawab kebutuhan darurat penanganan situasi," ungkap Jokowi dalam laporan KSP.  

Baca Lainnya :

"Payung hukum pun disiapkan dari Perpu No. 1 Tahun 2020 yang kemudian menjadi UU No. 2 tahun 2020 soal Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan COVID-19," tambahnya. 

Akibat penerimaan negara dari sektor perpajakan dan cukai turun drastis, pemerintah harus merevisi dan menaikkan batas defisit anggaran hingga 2 kali, yakni dari 5,07 persen menjadi 6,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara dalam kondisi normal seperti pada APBN 2019, besaran defisit hanya 1,84 persen. 

Defisit  yang meningkat merupakan konsekuensi dari bertambahnya anggaran khusus penanganan pandemi yang ditetapkan Rp 695,2 triliun di 2020.

Pos anggaran khusus pandemi yang masuk ke dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tersebut meningkat dari sebelumnya yang dipatok Rp 677,2 triliun.  

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 543.975
    Sembuh : 454.879
    Meninggal : 17.081
    Dirawat : 72.015

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia