RI Punya Potensi 464 Titik Harta Karun Bawah Laut

05 Mar 2021, 12:25:35 WIB Ekonomi
RI Punya Potensi 464 Titik Harta Karun Bawah Laut

Asosiasi Perusahaan Pengangkatan dan Pemanfaatan PMKT Indonesia (APPP BMKTI) mengungkap Indonesia memiliki potensi benda muatan kapal tenggelam (BMKT) atau harta karun bawah laut sebanyak 464 titik di seluruh perairan RI. 

Sekretaris Jenderal APPP BMKTI Harry Satrio menjelaskan harta karun tersebut berasal dari bangkai kapal-kapal yang tenggelam di perairan nusantara. Kapal tersebut adalah kapal dagang dari Cina, Verenigde Oost-Indische Compagnie(VOC), Belanda, Portugis, Spanyol, Inggris, Jepang, dan lainnya.

"Dari 464 titik itu, 60 persen sebaran paling banyak di Kepulauan Riau, seperti Natuna, Bintan, Batam, lalu Belitung. Karena itu dulu adalah jalur sutera, jalur perdagangan zaman dulu. Lalu, Laut Jawa 30 persen, selebihnya sebarannya di Sulawesi, Halmahera," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/3).

Baca Lainnya :

Ia menuturkan kapal tersebut membawa barang dagangan ke Indonesia. Perkiraannya, kapal tersebut tenggelam dari abad ke-7 sampai dengan akhir abad ke-19.

Kapal tersebut tenggelam dengan berbagai sebab seperti badai dan cuaca buruk, kurangnya pengetahuan navigasi geografis pelayaran sehingga kapal menabrak karang, dan sebagainya.

"Itu kategori BMKT jadi bukan kategori cagar budaya, karena mereka tidak bawa barang cagar budaya dari Indonesia. Mereka bawa keramik dari China sebagai barang dagangan yang ditukar dengan rempah, hadiah untuk raja di Jawa dan Sumatera," ucapnya.

Sementara itu, data APPP BMKTI menyebut potensi dari harta karun bawah laut tersebut mencapai US$12,7 miliar atau setara Rp181,69 triliun (mengacu kurs Rp14.307 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 1.583.182
    Sembuh : 1.431.892
    Meninggal : 42.906
    Dirawat : 108.384

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan-toelf
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook