Reaksi Prancis Soal Boikot dari Negara Berpenduduk Muslim

26 Okt 2020, 09:07:07 WIB Internasional
Reaksi Prancis Soal Boikot dari Negara Berpenduduk Muslim

Kementerian Luar Negeri Prancis pada Ahad (26/10), menyatakan seruan boikot produk Prancis di beberapa negara Muslim tidak berdasar dan harus dihentikan. Hal itu disampaikan setelah pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron terkait Islam, yang disampaikan usai pemenggalan seorang guru.

"Di beberapa negara di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir, ada seruan untuk boikot produk Prancis, terutama produk pertanian, serta seruan yang lebih umum untuk demonstrasi melawan Prancis, kadang-kadang dibuat dengan ekspresi kebencian, yang disiarkan di jejaring sosial," sebut juru bicara kementerian dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Sputnik News pada Senin (26/10).

Seruan itu muncul setelah masalah terorisme Islam mendapatkan momentum baru di Prancis, dengan Macron mengutuk pembunuhan guru sejarah, Samuel Paty. Guru tersebut dibunuh di pinggiran kota Paris oleh seorang pria berusia 18 tahun keturunan Chechnya, setelah Paty mendemonstrasikan beberapa kartun satir Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Gambar tersebut dia tampilkan selama pelajaran tentang kebebasan berbicara, dan kebebasan hati nurani.

Baca Lainnya :

Tersangka lahir di Moskow, kemudian pindah ke Prancis dan diberi status pengungsi di sana. Dia ditembak mati oleh petugas polisi pada hari yang sama, dengan penyelidikan pembunuhan brutal sekarang berjalan lancar.

Macron segera mempertimbangkan untuk menjuluki insiden ganas itu sebagai sebagai serangan teroris. Dia menugaskan pemerintahnya untuk melakukan langkah-langkah untuk membasmi ancaman Islam, dan memperketat keamanan di sekolah, di antara langkah-langkah lainnya.

Macron menyampaikan, Prancis tidak akan pernah meninggalkan karikatur dan selanjutnya akan membela kebebasan yang dipromosikan oleh guru yang terbunuh itu.

Sebelumnya, High Council of State (HCS) atau Dewan Tinggi Negara Libya telah menyerukan penghentian hubungan ekonomi dengan perusahaan Prancis, dan membatalkan kontrak Total Prancis untuk mengoperasikan ladang minyak Waha Marathon.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 965.283
    Sembuh : 781.147
    Meninggal : 27.453
    Dirawat : 156.683

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook