Raperda Corona DKI Atur Denda Rp 5 Juta Bagi Warga Tolak Rapid dan Swab Test

14 Okt 2020, 12:52:58 WIB Kesehatan
Raperda Corona DKI Atur Denda Rp 5 Juta Bagi Warga Tolak Rapid dan Swab Test

DPRD DKI Jakarta masih terus menggodok Raperda penanggulangan Corona. Raperda corona itu diajukan Pemprov DKI untuk menjadi dasar penanganan corona di Jakarta.

Raperda corona DKI ini, salah satunya mengatur sanksi selama penanganan corona. Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Judistira Hermawan mengatakan, dalam rancangannya, ada sanksi denda bagi warga yang menolak saat akan dites corona.

Sanksi denda yang diberikan yakni Rp 5.000.000 bagi warga yang menolak dilakukan rapid test atau swab test. 

Baca Lainnya :

"Jadi ada beberapa hal yang kita atur misalnya orang yang menghindar atau menolak untuk dilakukan pemeriksaan baik rapid maupun PCR itu dikenakan sanksi Rp 5 juta," ujar Judistira kepada wartawan, Rabu (14/10). 

Dia mengatakan, sanksi denda Rp 5.000.000 ini untuk membuat warga patuh. Sehingga penyebaran corona bisa terus ditekan. 

"Kenapa Rp 5 juta? Untuk efek jera aja. Bukan untuk mencari uang dari situ, tapi membuat masyarakat bisa mematuhi apa yang menjadi aturan di DKI Jakarta ini," terangnya. 

Adapun sanksi dalam Perda memiliki batasan, yakni hanya boleh memberikan sanksi denda maksimal Rp 50.000.000. Sementara sanksi kurungan maksimal 6 bulan. 

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 404.048
    Sembuh : 329.778
    Meninggal : 13.701
    Dirawat : 60.569

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook