Ramai soal Ponsel Ilegal, Apa Saja Prosedur Mengecek Legalitas Sebuah Produk?

30 Jul 2020, 10:50:00 WIB Teknologi
Ramai soal Ponsel Ilegal, Apa Saja Prosedur Mengecek Legalitas Sebuah Produk?

Jika nomor sertifikat sesuai dengan model smartphone, maka ponsel tersebut telah tersertifikasi dan resmi dipasarkan di Indonesia.

Apabila tidak sesuai atau bahkan tidak tercantum, artinya ponsel tersebut adalah produk ilegal atau black market.

Prosedur ini mudah dilakukan ketika Anda membeli ponsel secara langsung atau melalui e-commerce.

Ketika Anda membeli via e-commerce, mintalah penjual untuk mengirimkan foto kemasan smartphone tersebut dan dilakukan pengecekan lewat situs cek label sertifikasi.

2. Cara cek nomor IMEI ponsel

Agar ponsel dapat digunakan dengan maksimal tanpa kendala terkait legalitas ponsel, Anda dapat mengecek nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI).

Bagi pengguna iPhone dan iPad, nomor IMEI tertera pada punggung perangkat.

Sedangkan pada ponsel Android, nomor IMEI dapat diketahui dengan membuka "Setting/Pengaturan" pada ponsel dan pilih menu "About Phone/Tentang Ponsel".

Jika ponsel hanya mendukung satu kartu SIM, maka nomor IMEI yang tertera ada satu.

Semantara, jika ponsel mendukung dua kartu SIM, maka akan ada dua nomor IMEI yang tersemat pada ponsel.

3. Mengecek IMEI

Selain itu, ada cara lain untuk membuktikan apakah ponsel milik Anda merupakan produk legal atau ilegal dengan mengecek nomor IMEI.

Ada perbedaan antara pengecekan nomor sertifikasi dengan IMEI, yakni nomor sertifikasi berfungsi untuk membedakan setiap jenis ponsel, sedangkan nomor IMEI untuk membedakan setiap unit ponsel hingga lebih spesifik.

Untuk mengecek IMEI, Anda dapat mengunjungi laman khusus buatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yakni imei.kemenperin.go.id.

Melalui situs tersebut, pengguna dapat melihat apakah ponsel yang dimiliki dibeli secara resmi atau BM.

Berikut tata cara mengecek nomor IMEI.

·         Langkah pertama untuk mengecek IMEI yakni dengan menekan tombol *#06# pada ponsel. Kemudian, akan muncul rincian mengenai nomor IMEI dan serial ponsel yang bersangkutan.

·         Catat 15 digit nomor IMEI tersebut yang nantinya akan dicek ke laman imei.kemenperin.go.id.

·         Pada halaman awal, masukkan 15 digit nomor IMEI dan pilih "simpan".

·         Jika ponsel tersebut resmi, maka muncul keterangan yang menyatakan bahwa IMEI terdaftar dalam database Kemenperin.

·         Sementara itu, jika ponsel tersebut merupakan barang black market, maka IMEI tidak akan terdaftar dalam database tersebut.[SB]

<< Kembali ke Halaman Sebelumnya




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 392.934
    Sembuh : 317.672
    Meninggal : 13.411
    Dirawat : 61.851

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook