Polemik Wajib Jilbab Padang, Perda Intoleran Didesak Dicabut

28 Jan 2021, 09:11:33 WIB Pendidikan
Polemik Wajib Jilbab Padang, Perda Intoleran Didesak Dicabut

Polemik wajib jilbab di SMKN 2 Padang bagi non-muslim disebut tak lepas dari peraturan daerah (perda) yang intoleran. Pemerintah Pusat disebut berkontribusi karena membiarkannya sejak lama.

Aktivis dari Komunitas Pembela HAM Sumbar Wendra Rona Putra mengatakan bahwa masalah itu tak lepas dari Instruksi Wali Kota Padang Nomor 451.442/BINSOS-III/2005.

Instruksi itu, katanya, bermasalah jika diterapkan kepada siswi non-muslim karena tak sesuai syariat agama dan UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan hak beragama bagi setiap orang.

Baca Lainnya :

"Permasalahan timbul ketika sekolah menerapkan kebijakan tersebut dan mengabaikan prinsip-prinsip agama, konstitusi, dan hak asasi manusia yang menjamin kemerdekaan setiap orang dalam menjalankan nilai-nilai agama yang diyakininya," ucapnya dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/1).

Komunitas Pembela HAM Sumbar di antaranya terdiri dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat, Aliansi Jurnalistik Independen Padang, Gusdurian Padang, dkk.

Dikutip dari penelitian Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat ELSAM, ketentuan soal wajib jilbab itu ada pada poin 10, dari total 12 poin, dalam Instruksi Wali Kota Padang Nomor 451.442/BINSOS-III/2005.

"Bagi murid/siswa SD/MI,SLTP/MTS dan SLTA/SMK/MAN se Kota Padang diwajibkan berpakaian Muslim/Muslimah yang beragama Islam dan bagi non Muslim dianjurkan menyesuaikan pakaian (memakai baju kurung bagi perempuan dan memakai celana panjang bagi laki-laki)," demikian dikutip dari ELSAM.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 1.368.069
    Sembuh : 1.182.687
    Meninggal : 37.026
    Dirawat : 148.356

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan-toelf


+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook