Pengamat Duga Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Terkait Investasi

15 Feb 2021, 09:17:52 WIB Ekonomi
Pengamat Duga Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Terkait Investasi

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyebut dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan karena penurunan nilai investasi (unrealized loss) sebesar Rp43 triliun pada Agustus-September 2020.

Angkanya sama dengan nilai investasi yang sedang diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini.

Namun, Timboel menyatakan unrealized loss sebenarnya tak bisa dikaitkan dengan tindak pidana. Sebab, hal itu sepenuhnya bergantung dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Baca Lainnya :

IHSG sendiri bergerak sesuai dinamika pasar dan dipengaruhi beragam faktor, dari makro hingga mikro. Kalau IHSG sedang melemah, maka akan terjadi unrealized loss.

Sebaliknya, investor dalam hal ini BPJS Ketenagakerjaan akan mendapat unrealized gain atau kenaikan nilai investasi jika IHSG sedang menguat. Dengan kata lain, nilai investasi akan terus bergerak sesuai dinamika pasar.

Unrealized loss juga bukan berarti rugi yang sebenarnya selama BPJS Ketenagakerjaan belum menjual aset yang rugi. Dengan begitu, tidak bisa disebut merugikan negara.

"Kami dari BPJS Watch merasa bukan loss (dalam arti sesungguhnya) tetapi hanya unrealized loss. Misalnya beli saham Rp100 turun jadi Rp45. Unrealized loss pidana atau tidak? Tidak, karena sahamnya belum dijual, sehingga tidak bisa dijadikan kerugian," ucap Timboel kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/2).

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 1.589.359
    Sembuh : 1.438.254
    Meninggal : 43.073
    Dirawat : 108.032

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan-toelf
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan-toelf