Erick Ancam Copot Direksi BUMN yang Langgar PMN

03 Mar 2021, 12:06:46 WIB Ekonomi
Erick Ancam Copot Direksi BUMN yang Langgar PMN

Menteri BUMN Erick Thohir mengancam mencopot komisaris dan direksi perusahaan pelat merah yang melanggar aturan pengelolaan suntikan modal atawa Penyertaan Modal Negara (PMN). Aturan soal PMN ini sendiri rencananya meluncur pekan ini.

Kisi-kisi sanksi ini diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Ia mengatakan sanksi yang disiapkan terdiri dari tiga kategori, mulai dari pelanggaran skala ringan, menengah, hingga berat.

"Terkait sanksi karena PMN ini harus mendapatkan persetujuan pengawasan dari dewan komisaris. Jadi, kalau melanggar, maka komisaris dan direksi dapat dijatuhkan sanksi," kata Arya seperti dikutip dari Antara, Rabu (3/3)

Baca Lainnya :

Ia merinci pelanggaran skala ringan akan diberi sanksi berupa pemotongan atau pengurangan tantiem alias bonus dari kelebihan keuntungan perusahaan bagi komisaris dan direksi. Sementara, untuk pelanggaran menengah, tantiemnya tidak akan diberikan.

Sedangkan jika komisaris dan direksi melakukan pelanggaran berat, maka mereka bakal dicopot dari jabatannya. Pengawasan ini dilakukan oleh sesama komisaris.

"Dengan demikian masalah PMN ini bukan hanya beban direksi, namun juga menjadi beban komisaris agar dewan komisaris atau dewan pengawas melakukan pengawasan secara benar selama proses PMN itu dilakukan," ujarnya.

Sebelumnya, Erick berencana mengeluarkan permen soal PMN untuk memperjelas pengelolaan suntikan modal negara kepada BUMN. Selama ini, pengelolaannya dinilai kerap tumpang tindih antara untuk menjalankan penugasan dari pemerintah dan untuk aksi korporasi para BUMN.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 1.583.182
    Sembuh : 1.431.892
    Meninggal : 42.906
    Dirawat : 108.384

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan-toelf
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook