Dianggap Menghina Islam, Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab

27 Okt 2020, 00:25:19 WIB Internasional
Dianggap Menghina Islam, Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab

"Saya Jalal Chahda, seorang Kristen Levantine Arab, dan saya dengan keras menolak dan mencela penghinaan terhadap Nabi Islam, Utusan Tuhan #Muhammad,” tulisnya di Twitter.

Dia mengunggah tulisan tersebut bersama dengan kaligrafi Nabi Muhammad sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency, Senin (26/10/2020).

Unggahan tersebut direspons komentar dari rekan Muslimnya dan memuji twit tersebut.

Ghada Owais, presenter Al Jazeera lainnya yang juga beragama Kristen, me-retweet unggahan Chahda.

"Saya menolak untuk menyakiti perasaan Muslim atau untuk menggeneralisasi terorisme dan mengaitkannya dengan Islam,” tulisnya.

Seorang pengguna Twitter bernama Ayman Dababneh juga mengungkapkan dukungannya terhadap umat Islam.

"Siapa yang menyinggung dan tidak menghormati saudara Muslim saya, (berarti) tidak menghormati saya sebagai seorang Kristen Yordania," tulis Dababneh di Twitter.

Pengguna Twitter lain, Michael Ayoub, menuliskan bahwa dia sangat membenci orang yang menghina agama orang lain atau menghina utusan-Nya.

"Apa yang terjadi di Prancis adalah kemerosotan, dan ini menggarisbawahi bahwa mereka sangat jauh dari ajaran Alkitab,” tulis Ayoub.

Di Facebook, puluhan umat Kristen, mengunggah kaligrafi Nabi Muhammad dengan komentar serupa yang disertai dengan pujian terhadap umat Islam.

Seorang pengacara asal Mesir, Nevin Malak, juga menyerukan untuk menghormati agama lain dengan mengutip sejumlah ayat Alkitab di Twitter.

Jalal Chahda, seorang pembawa acara senior dari saluran berita Al Jazeera, menolak segala bentuk pencelaan terhadap Nabi Muhammad.

"Saya Jalal Chahda, seorang Kristen Levantine Arab, dan saya dengan keras menolak dan mencela penghinaan terhadap Nabi Islam, Utusan Tuhan #Muhammad,” tulisnya di Twitter.

Dia mengunggah tulisan tersebut bersama dengan kaligrafi Nabi Muhammad sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency, Senin (26/10/2020).

Unggahan tersebut direspons komentar dari rekan Muslimnya dan memuji twit tersebut.

Ghada Owais, presenter Al Jazeera lainnya yang juga beragama Kristen, me-retweet unggahan Chahda.

"Saya menolak untuk menyakiti perasaan Muslim atau untuk menggeneralisasi terorisme dan mengaitkannya dengan Islam,” tulisnya.

Seorang pengguna Twitter bernama Ayman Dababneh juga mengungkapkan dukungannya terhadap umat Islam.

"Siapa yang menyinggung dan tidak menghormati saudara Muslim saya, (berarti) tidak menghormati saya sebagai seorang Kristen Yordania," tulis Dababneh di Twitter.

Pengguna Twitter lain, Michael Ayoub, menuliskan bahwa dia sangat membenci orang yang menghina agama orang lain atau menghina utusan-Nya.

"Apa yang terjadi di Prancis adalah kemerosotan, dan ini menggarisbawahi bahwa mereka sangat jauh dari ajaran Alkitab,” tulis Ayoub.

Di Facebook, puluhan umat Kristen, mengunggah kaligrafi Nabi Muhammad dengan komentar serupa yang disertai dengan pujian terhadap umat Islam.

Seorang pengacara asal Mesir, Nevin Malak, juga menyerukan untuk menghormati agama lain dengan mengutip sejumlah ayat Alkitab di Twitter.  [SB]




<< Kembali ke Halaman Sebelumnya




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 977.474
    Sembuh : 791.059
    Meninggal : 27.664
    Dirawat : 158.751

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook