54 Jadi Tersangka Demo, Tim Advokasi Belum Bisa Dampingi

13 Okt 2020, 06:54:13 WIB Hukum
54 Jadi Tersangka Demo, Tim Advokasi Belum Bisa Dampingi

Tim Advokasi untuk Demokrasi hingga kini belum mendapatkan akses untuk mendampingi demonstran yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Istana Negara, Jakarta. Para pedemo itu ditangkap aparat kepolisian pada Kamis (8/10).

Polda Metro Jaya, Senin (12/10), melaporkan sebanyak 54 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dari 1.192 orang yang ditangkap di wilayah Jakarta.

"Kami belum bisa [mendampingi pendemo yang ditangkap] sama sekali. Sampai saat ini kami belum dikasih akses untuk pendampingan hukum," kata Tim Advokasi untuk Demokrasi LBH Pers, Mona Ervita kepada CNNIndonesia.com siang ini.

Baca Lainnya :

Ia mengatakan pihaknya bahkan tidak diberi akses terkait data pedemo yang ditangkap sejak pekan lalu. Hal ini membuat LBH sulit memberikan pendampingan hukum bagi para pedemo.

Mona menjelaskan pendampingan hukum merupakan hak setiap orang ketika ditahan aparat. Pendampingan hukum dinilai penting untuk meminimalisasi intimidasi dan kriminalisasi.

Ketika tidak ada pendampingan hukum, katanya, aparat bisa saja menetapkan seseorang tersangka tanpa bukti yang jelas. Juga tidak ada jaminan bahwa penetapan tersangka pedemo tidak keluar dari konteks penangkapan.

"Mencari konteks kesalahan di luar massa aksi. Misalnya HP diperiksa, ada gambar bermuatan negatif. Atau tes urine, nanti dianggap mengonsumsi narkoba," katanya.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 373.109
    Sembuh : 297.509
    Meninggal : 12.857
    Dirawat : 62.743

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV


+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV