Puasa Sunnah Kunci Keberhasilan Baso Mas Diran

Puasa Sunnah Kunci Keberhasilan Baso Mas Diran

SHARE

BatĂ ranews.com – Baso Mas Diran di daerah Jatiwaringin, tepatnya di Jl. Bina Lontar Raya memiliki cerita tersendiri dibalik kenikmatan basonya. Mas Diran adalah nama dari pedagang baso yang sudah berjualan baso keliling sejak tahun 1976. Profesi sebagai pedagang baso keliling dia geluti sampai tahun 2015. Bukan waktu yang sebentar, berkeliling di sekitaran Jatiwaringin sampai Halim dilakukan selama 35 tahun. Saat ini Mas Diran fokus berjualan baso di depan rumahnya yang sangat sederhana.

Pada tahun 2016 lalu Mas Diran telah menunaikan ibadah haji yang merupakan hasil tabungan selama berjualan baso. Hasil tabungan dari berjualan baso juga telah menghasilkan rumah yang ditempatinya beserta rumah yang dia berikan untuk anak semata wayangnya. Kini Mas Diran lebih akrab disapa dengan panggilan Pak Haji Diran. Pria yang memiliki nama lengkap Ngadiran Karsosemito ini memiliki banyak cerita inspiratif yang mengisi perjalanan hidupnya. Masa kecil beliau sudah harus sekolah sambil mencari makan untuk adiknya karena keterbatasan ekonomi ayahnya di kampung, Kartosuro, Solo. Puasa Sunah Senin Kamis menjadi amalan ibadah dari kecil untuk menyiasati kekurangan pangan masa kecilnya. Kebiasaan ibadah puasa ini dia jalankan secara konsisten hingga saat ini. Pendidikan Pak Haji Diran hanya sampai di SMP karena tidak memiliki biaya sekolah untuk meneruskan ke tingkat STM yang dicita-citakannya.

Saat tamat SMP tahun 1972 Pak Haji sudah mengadu nasib di perusahaan percetakan di Solo. Pekerjaan ini dia jalani hingga tahun 1976. Pada tahun ini beliau menikahi seorang gadis Solo yang bernama Siti Murtini. Pada tahun yang sama, ditemani isteri tercinta beliau mencoba mengadu nasib di Jakarta. Dengan berbekal uang 500 perak Pak Haji beranikan diri untuk meminta pekerjaan kepada petugas di Halim yang baru aja dikenalnya. Petugas itupun memberikan pekerjaan kondektur Kopaja P 66 pada beliau saat itu. Berbekal penghasilan kondektur, beliau mengontrak rumah di daerah Halim, Jakarta Timur. Setelah satu bulan, dengan bekal tabungan Rp.15.000,- dari hasil pekerjaannya sebagai kondektur, Pak Haji beranikan diri untuk usaha baso keliling yang hingga kini menjadi pembuka rezeki baginya di Jakarta.

Dari pernikahannya dengan Siti Murtini, beliau dikaruniai seorang anak satu-satunya yang diberi nama Mulyono. Sang buah hati kini telah sukses menjadi Insinyur. “Mas, ini foto wisuda anak saya,” dengan bangga beliau menunjukkan foto itu ke saya. Subhanallah. Mas Mul, panggilan sang buah hati, saat ini telah berkarier di sebuah stasiun TV nasional.

Kesuksesan bagi seorang Haji Diran adalah sebuah perjalanan kesabaran. Filosofi ini dia tanamkan betul dalam mengarungi kehidupan yang sementara ini. Ketekunan dan keuletan menjadi motor keberhasilannya. Ibadah puasa Sunah masih diamalkan hingga saat ini. Kisah hidupnya memberikan makna kepada kita semua bahwa Allah SWT yang memiliki Kuasa atas segalanya. (suhe)

Paket Umroh Murah