Ini Penyebabnya Masyarakat Kerap Tertipu dengan Investasi Bodong

Ini Penyebabnya Masyarakat Kerap Tertipu dengan Investasi Bodong

328
0
SHARE

BataraNews.com – Isu mengenai adanya investasi bodong kembali merebak. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan ( OJK), Sardjito mengatakan, investasi bodong akan sulit ditangani selama permasalahan utamanya belum diatasi.

Permasalahan utama itulah yang menjadi biang keladi investasi bodong masih subur menjamur hingga saat ini.

Masyarakat dari dulu masalahnya sama. Masalahnya adalah, sepanjang masyarakat masih tidak rasional dan selalu mengharap ada keuntungan besar dalam waktu yang pendek. Investasi bodong masih akan selalu marak,” kata Sardjito di Gedung OJK.

Sikap serakah yang mengharapkan untung besar dalam waktu singkat selalu menjadi sasaran empuk bagi para penipu yang membungkus aksi kejahatannya dengan embel-embel investasi.

Para penipu ini bahkan tak jarang memanfaatkan isu agama agar produk investasi bodongnya laku di masyarakat.

“Yang namanya kejahatan itu kelakuan pelakunya sama. Misalnya kasus Wahana Globalindo itu dulu, ngakunya pendeta agama Budha. Terus dulu kasus berkaitan dengan “Syariah bohong-bohongan” namanya Golden Trader Indonesia Syariah. Itu kan contoh investasi bodong yang melibatkan teman-teman tokoh agama. Kalau urusan duit, nggak ada ustadz, nggak ada pendeta, nggak ada pastor, nggak ada romo. Yang mau menipu, siapa pun bisa,” papar dia.

Untuk itu, ia kembali menegaskan, yang bisa menghindarkan seseorang dari investasi bodong adalah dirinya sendiri.

“Penipuan tetap akan ada, caranya bagaimana masyarakat dididik untuk tidak cepat ingin kaya. Didiklah masyarakat kita untuk tidak mudah tergiur dengan imbal hasil yang tinggi. Itu sebenarnya konsepnya,” pungkas dia. (detikcom)