Kemenangan Rakyat Jakarta dalam Pilkada

Kemenangan Rakyat Jakarta dalam Pilkada

517
0
SHARE

BataraNews.com – Masih banyak sekali para aktivis dan pengamat yang gagal paham bahwa Pilkada DKI ini telah membuktikan agenda rakyat kecil jauh lebih menjadi faktor penentu telaknya kemenangan AniesSandi.

Sejak kemenangan AniesSandi diumumkan oleh hasil hitung cepat, quick count, saya menerima banyak pesan yang bernada cemooh dan penuh kebencian. Ada yang mensejajarkan saya dalam kelompok Islam Radikal. Ucapan-ucapan bernada penyangkalan kasar yang menunjukkan kualitas pendukung Ahok yang rendah seperti “selamat datang preman Jakarta”, “selamat datang Jakarta bersyariah”, “RIP Jakarta” serta pernyataan yang  membodoh-bodoi masyarakat karena tidak memilih Ahok bertebaran di status fb para Ahokers yang gagal paham.

Disisi lain saya juga mendapat kabar seorang pedangan kelapa muda keliling begitu mendengar AniesSandi menang dia langsung membebaskan orang-orang meminum es kelapa mudanya, gratis, tanpa dibayar.

Ibu Umi yang tinggal di Cipinang begitu keluar hari hitung cepat langsung membuat nasi kotak untuk dibagikan ketetangganya sebagai rasa syukur akan kemenangan AniesSandi.

Rina mengatakan ketika dia naik ojek dan mengatakan AniesSandi memang pada tukang ojeknya lalu situkang Ojek berhenti melakukan sujud syukur dan pada akhirnya tidak mau dibayar ketika Rina sampai ditujuan.

Betapa mengharukannya respon rakyat kecil mendengar kabar kemenangan pilihan mereka, bertolak belakang dengan respon penuh kebencian yang saya baca di media sosial. Kegagalan para kelas menengah, yang bisanya menebar kebencian di media sosial untuk melihat realitas kebahagiaan rakyat atas kemenangan pilihan mereka.

Suara hati rakyat kecil terabaikan sehingga tidak terekam sebagai faktor penentu dalam berbagai survey. Angka diatas 60% yang seolah2 warga Jakarta puas dengan pekerjaan Ahok membuat mereka lengah. Walau realitanya juga diatas 60% rakyat Jakarta ingin Gubernur Baru  dianggap rekayasa karna isu SARA.

Framing islam radikal, Perda Syariah dan tidak mensholatkan mayat yang dilekatkan pada AniesSandi sejenak berhasil dijadikan alat untuk menakut-nakuti warga agar tidak memilih AniesSandi.

Karena terlalu sibuk dengan framing yang mereka buat sendiri untuk menjatuhkan Citra AniesSandi maka mereka  alpa dengan kebutuhan rakyat yang berhasil dijawab melalui program oleh AniesSandi.

Berbagai isu yang sangat real dihadapi oleh rakyat Jakarta yang dianggap tidak penting oleh Ahokers kelas menengah yang sibuk mengklaim diri sebagai kelompok yang paling berhak atas makna kebangsaan sebagai warga negara, paling toleran dan pemilik sah dan ekslusif dari kata-kata kebhinekaan. Sementara mereka menutup mata akan berbagai persoalan sosial yang secara serius dirasakan oleh rakyat miskin. Bahkan pelecehan terhadap rakyat miskin tak henti-hentinya dilakukan sampai detik-detik terakhir masa pencoblosan. Pribumi Tiko dan serangan sembako pada minggu tenang menjadi penentu kemenangan telak AniesSandi. Gerakan rakyat tumbuh dimana-mana untuk melakukan penolakan terhadap serangan sembako dan perlawanan terhadap pelecehan pribumi Tiko.

Kemenangan AniesSandi jelas-jelas adalah kemenangan agenda rakyat kecil warga Jakarta.

Selamat atas terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur Baru Jakarta. Selamat kepada rakyat Jakarta yang sudah berhasil mewujudkan cita-citanya untuk mendapatkan Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru.

Kepada para pendukung Ahok marilah kita ambil pelajaran atas perpecahan yang sudah terjadi selama Pilkada ini, sekarang saatnya untuk saling memaafkan. Mari sama-sama kita rajut tenun kebangsaan tanpa prasangka.  Dialog untuk membangun persatuan demi tegaknya keadilan sosial bagi rakyat Jakarta perlu dilakukan. Yuk jangan lagi kita tambah polusi sebaran kebencian di udara, lebih baik kita kopi darat agar lebih membumi.

By: Edriana Noerdin