Si Raja Tega

Si Raja Tega

844
0
SHARE

BataraNews.com –  Inilah Jokowi, seorang yang cerdik sekaligus raja tega. Yaitu tega mempermalukan bawahan-nya yang mengurusi tetek bengek STNK.

Strategi cerdik untuk mendapat simpati rakyat sekaligus pencitraan diri yang ampuh sebagai berikut:

  1. Pertama, dibiarkan dulu bawahannya mengajukan dan melempar issue kenaikan tarif.
  2. Kedua, dia faham bahwa pasti rakyat protes dan mengeluh.
  3. Ketiga, maka dengan sigap-nya rakor dengan menteri-menterinya dan menyatakan tidak setuju kenaikan tarif yang terlalu tinggi.
  4. Keempat, segera pernyataan yang “berpihak kepada rakyat” dijadikan viral di medsos.
  5. Kelima, maka terciptalah kesan dan citra positif dimana sosok presiden Jokowi seorang yang bijaksana dan sangat berpihak serta merasakan perasaan rakyat yang sudah dihadapkan dengan kenaikan tarif-tarif lainnya.
  6. Atas pertanyaan wartawan atau anggota masyarakat, maka Jokowi mengarahkan agar bawahannya yang menjawab.

Silahkan anda sekalian berfikir bagaimana cerdik dan culasnya presiden yang satu ini

CUITAN Prof. YUSRIL IHZA MENGENAI KEBIJAKAN JOKOWI…….ENAK TENAN…..!!

Profesor Yusril Geli, Dengan Perilaku Jokowi,

Merakyat Tapi Malah Membuat Rakyat Mlarat

Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra lewat akun twitternya mengatakan menggelikan jika ada pemimpin yang penampilannya merakyat namun kebijakannya justru merugikan rakyat. “Sungguh menggelikan jika ada pemimpin yang penampilannya merakyat tapi kebijakannya malah untungkan kaum kapitalis dan merugikan rakyat” tulis Yusril via @yusrilihza_mhd, Senin (5/1/2015)

Menurutnya pemimpin yang merakyat itu bukan dari penampilan, tetapi soal pemikiran, kebijakan, dan tindakan yang prorakyat. “Pemimpin merakyat itu bukan soal penampilan tapi pemikiran, kebijakan dan tindakannya yang prorakyat,” tulisnya.

Yusril memberi contoh Presiden RI pertama, Soekarno. Ia menyebut penampilan Bung Karno tidak merakyat. Pakaiannya necis, pakai jas dan dasi, kacamata dan menyukai dansa dan tari lenso. Mobil Bung Karno juga bagus, istana yang mentereng, punya koleksi lukisan, patung-patung, dan karya seni kelas dunia. “Tapi siapa yang berani bilang pikiran, kebijakan dan tindakan Bung Karno tidak prorakyat. Ada yg berani? Hehe,” lanjut Yusril.

Sebelumnya, Yusril juga mengkritisi pemerintah yang cenderung meminta masyarakat mencari solusi sendiri atas kenaikan sejumlah barang seperti cabai, beras, hingga bbm. Yusril menulis dalam twitternya pada Minggu (4/1/2015),”Kalo cabe mahal rakyat disuruh nanam cabe aja biar harga cabe turun sendiri. Enak tenan jadiPemerintah. Kalo bbm mahal, rakyat disuruh jalan kaki aja sekalian olah raga. Enak tenan jadi Pemerintah. Kalau tarif langganan PDAM naik, rakyat disuruh shalat minta hujan aja, biar irit pake air PDAM. Enak tenan jadi pemerintah. Kalo beras mahal, rakyat disuruh puasa Nabi Daud aja, sehari makan sehari enggak, biar hemat. Enak tenan jadi pemerintah hehe”

Yusril pun berkesimpulan, “Hehe enak tenan jadi Pemerintah. Kalau ada masalah, rakyat disuruh cari solusi sendiri. Kok bisa ya…”