Eka Gumilar : SERUAN UNTUK PRIBUMI INDONESIA

Eka Gumilar : SERUAN UNTUK PRIBUMI INDONESIA

634
0
SHARE

BataraNews.com – Eka Gumilar bukanlah tokoh kemarin sore di dunia politik dan kritis terhadap pemerintah. Tulisan-tulisan beliau sarat dengan kritik membangun terhadap pemerintah yang kurang memperhatikan rakyat kecil yang notabene pribumi asli Indonesia. Salah satu pemikiran beliau 2 tahun lalu kami coba angkat untuk mengingatkan kembali kepada setiap orang akan pentingnya sikap kritis dalam membangun bangsa ini. Berbanggalah karena Kita terlahir di bumi Indonesia, tanahnya kaum pejuang,kaum pemberani. Dunia tahu,ada sebuah negeri yang rakyatnya gagah berani, pantang menyerah, sejak jaman dulu tidak pernah rela negerinya dijajah. Karena rakyat Negeri ini memiliki kehormatan,dan menjunjung kedaulatan.

Sejarah mencatat, sehebat apapun kaum penjajah menggunakan senjata, strategi dan pasukan. Akhirnya terkalahkan oleh keberanian nenek moyang kita yang melawan dengan semangat menjaga kehormatannya, walau dengan senjata seadanya. Tanah kita yang elok, luas dan menyimpan banyak harta dan kekayaan, akan terus membuat para tamu asing aseng tak henti berusaha berbagai cara untuk menguasai tanah kita. Modusnya melalui kerjasama, perdagangan, dan bantuan keuangan, tapi berujung niat menjajah bangsa kita dan mengeruk kekayaannya.

Saudaraku Pribumi Indonesia…

Tak ada letusan senjata perang memang disekitar kita, tak ada tentara asing aseng mengetuk rumah kita seperti jaman penjajahan dulu, tak ada konvoi pasukan asing mengganggu kita, yang melakukan teror bersenjata, tapi coba amati, setiap hari, kita diserang dengan berbagai hal yang melemahkan kita, dan berujung kita kehilangan kedaulatan dan kehormatan kita.

Kesulitan hidup memang kadang membuat kita tidak perduli dengan apa yang sedang terjadi,tapi saya mencoba mengingatkan,sebelum kita pemilik NKRI ini menjadi kecewa melihat fakta Indonesia sudah tinggal sejarah. Lihatlah wajah lelah saudara saudara kita, yang setiap hari berjuang hanya untuk bertahan hidup, dengan penantian panjang lahirnya pemimpin yang peduli nasib mereka.Tapi kekecewaan yang terus menerus membuat mereka frustasi dan tak peduli lagi pemimpinnya

Begitu banyak kenyataan disekeliling kita, yang harusnya membuka mata hati kita, bahwa kita tertindas dinegeri sendiri yang kaya, bahkan tongkatpun jadi tanaman. Berikut saya coba mengingatkan saja beberapa hal dari sekian banyak fakta bahwa asing aseng sudah menguasai seluruh kehidupan kita.

1.Kita yang hidup diperkotaan,

Periksalah bangunan bangunan strategis, pertokoan, gedung perkantoran, Mall, apartemen, Hotel, semua mayoritas milik siapa? dan pribumi indonesia saudara kita kebanyakan jadi apa?. Sangat jarang dan hanya yang beruntung, yang jadi pemilik perusahaan. Itupun harus berjuang dihimpit persaingan yang tidak imbang. Saya cukup kaget dengan kabar rencana kerjasama pemerintah kita dengan China RRC soal pertukaran 10 juta warga, maka akan ada Imigran China yang jumlahnya puluhan juta orang, siap masuk ke kota kota besar di Indonesia khususnya Jakarta. Sudah dipastikan saudara kita Pribumi Indonesia akan semakin tersingkir. Tenaga tenaga kerja akan diisi oleh mereka dan saudara kita akan banyak yang kehilangan lapangan kerja, hidup saudara kita Pribumi Indonesia makin sulit.

Belum lagi kondisi ini dimmanfaatkan oleh pemimpin bermental penghianat yang jadi jongos asing, untuk kepentingan Pemilu. Luar biasa bukan? Jika benar, maka jahatnya, liciknya mereka dalam menyingkirkan pribumi Indonesia. Dan terkutuklah para penghianat penghianat bangsa ini. Dengan modus pembangunan, yang mereka banggakan, mereka membangun segala fasilitas yang diperlukan asing aseng agar semua rencana busuk mereka. Seperti rencana pembangunan tol laut, mudahnya keluar izin reklamasi pantai untuk pembangunan apartemen apartemen, semua mereka sebutnya ‘karya’, padahal itu upaya untuk memfasilitasi asing aseng mudah untuk menguasai Indonesia. Sedangkan rakyat kita, pribumi indonesia digusur, digebuk dan hidup dalam ketakutan dan kesusahan.

  1. Kita yang tinggal dipedesaan dan pedalaman

Mari kita lihat, berapa juta hektar tanah kita dikuasai asing dan aseng. Mereka menggunakan bendera perusahaan dalam negeri, membebaskan tanah kita, menyewa puluhan tahun dan menjadikannya lautan hutan sawit dan menebang kayu kayunya. Lokasi-lokasi strategis dijadikannya perangkap, untuk mengeruk uang dari kantong kita dengan membangun pusat belanja dan mall dimana mana. Akhirnya kita terlena menjadi bangsa yang konsumtif. Banyak saudara kita kerja ikut asing dan aseng, dan membelanjakannya juga pada mereka, sungguh mata rantai yang sudah dibuat.

Coba perhatikan paska pasar tradisional, tidak seramai dulu, kini dikuasai pasar modern, dengan menjamurnya minimarket kepelosok desa. Banyak saudara kita yang berjualan harus gulung tikar.

3.Periksa kebutuhan kita sehari hari.

Dari kita bangun tidur, kita mandi (sikat gigi,odol,sabun mandi,dll), semua menggunakan produk asing, lalu kita sarapan, itupun banyak kita mengkonsumsi produk asing, sebut saja mie instant, saus, roti, dll lalu kita berkendaraan, itu juga produk asing aseng, sampai dikantor kita juga menggunakan alat-alat produk asing, makan siag direstaurant asing, dan sampai rumah, kembali kita mengkonsumsi produk asing aseng. Bahkan lebih menyedihkan beras, garam, bumbu masak, minyak, hampir semuanya kita terbiasa menggunakan produk asing dan aseng.

Inilah serangan dari masuknya produk mereka pada kehidupan kita dan perhatikan, panen panen petani kita banyak yang gagal, harga dihancurkan sehingga banyak petani yang pindah profesi jadi kuli dan pekerja pabrik, itulah gambaran bahayanya asing masuk keseluruh sendi kehidupan kita.

4.Lihat kebijakan pemerintah dan Wakil rakyat.

Mari saudaraku, kita periksa kebijakan pemerintah dan para wakil rakyat kita, yang terendus sudah banyak yang dijadikan budak asing aseng, dengan lahirnya UU kerjasama asing yang sangat menguntungkan asing aseng, tapi tidak pro pada kita rakyat anak kandung NKRI. Memang bisa kita prediksikan, system pemilu kita melahirkan banyak pemimpn dan pejabat bermental jongos, yang menghamba pada pemodal. Negeri ini dipenuhi penghianat, yang menggebuk rakyatnya sendiri, dan menjilat pantat asing aseng.

Maling singkong, maling kayu, akan diberengus dengan alasan penegakan hukum, tapi para taipan pembobol BLBI bebas berkeliaran menikmati keringat para pribumi indonesia yang membayar pajak. Negara harus menanggung sampai 70 Trillun Bunga, atas perampokan yang dilakukan para Cukong hitam dan anehnya mereka dimaafkan.

Coba juga perika rejim pemerintahan sekarang, yang sangat agressif melakukan kerjasama dengan tiongkok. Banyak mega proyek masuk dikuasai mereka, bahkan sampai media akan dikuasai mereka juga. Kita sebentar lagi akan jadi bangsa jongos, karena kita memiliki pemimpin Nonpri seperti Ahok 1 saja, sudah menciptakan kegaduhan yang terus menerus, apalagi kita kedatangan jutaan orang yang bermental aseng orginal yang terkenal suka menciptakan hal-hal yang palsu.

5.Dunia perbankkan dan ekonomi dikuasai.

Hampir semua bank-bank swasta dimiliki saham pengusaha NonPri, dan sudah ditebak,dana akan banyak mengucur dan membiayai proyek proyek mereka, dan semakin memperkaya mereka, sementara resiko diemban pemerintah. Seperti itulah awalnya tragedi BLBI yang merugikan ratusan trilliun. Sedangkan kucuran pinjaman kepada rakyat pribumi dengan setumpuk persyaratan, dan peraturan yang ketat, dan tidak sedikit berujung hilangnya aset aset pribumi karena tidak sanggup membayar kewajiban akibat suku bunga dan kebijakan yang ketat.

Soal ekonomi dan perdagangan, sudah barang tentu kita dapat melihat dalam keseharian, bagaimana mereka mencaplok semua peluang strategis.

Saudaraku Pribumi Indonesia…..

Kita tidak dirugikan secara langsung, tapi sadar atau tidak, perilaku kita yang menguntungkan asing aseng sudah menjadi budaya, banyak juga kawan saya yang mengatakan, ya itu wajar akibat kalah dalam persaingan. Wajar jika seimbang, wajar jika beradab, wajar jika kita dimanusiakan, wajar jika kita tidak dirampok. Tapi menurut saya, jika kita Pribumi Indonesia yang mayoritas sudah dikendalikan semuaoleh minoritas, itu tidak wajar. Kita harus mengakui kebodohan kita, dan mengakui bahwa begitu banyak kesalahan kita memilih pemimpin yang bermental budak, sehingga negeri kita dikendalikan asing aseng.

Masih ingat cerita Soekarno dan Hatta ditahan penjajah, dalam kesulitannya mereka, ditawari penjajah uang,kemudahan, makanan, asal mau sedikit membantu. Soekarno dengan tegas menolak.Begitu juga ketika pak hatta ditahan Belanda. Nah pemimpin kita sekarang? Hidup sudah berkecukupan, masih saja melacurkan diri dan kehormatan bangsanya.

Wahai Pribumi Indonesia tidak akan cukup 1 hari kita menuliskan daftar kesakitan kita, kenyataan bahwa seluruh sendi kehidupan kita sudah dikuasai Asing Aseng, kita bisa melihatnya dalam kehidupan sehari-hari, lalu apa yang harus dilakukan? Menurut saya, pertama kita harus kompak bersama untuk BANGKIT. Kita tidak boleh ada skat-skat yang memisahkan kita. Lepaskan semua atribut partai, ormas, dan hal-hal lain yang membuat kita berpecah. Bersatulah, berbicaralah sebagai putra Putri Indonesia.

Mari segera perbaiki semua keadaan Bangsa kita, sesuai profesi kita! Mulailah dengan belajar membeli produk para pribumi, berhubungan dengan Bank Pribumi, berhubungan dengan bisnis Pribumi. Kita kembali belajar berdagang, berwiraswasta, dan menjaga kekompakan pribumi. Kita bukan berbicara RAS, apalagi menabur kebencian, tapi kita berbicara HAK kita sebagai anak kandung NKRI yang harus hidup layak dinegeri sendiri. Tentu juga dengan semangat kerjakeras melakukan yang terbaik agar hidup kita lebih berkualitas.

Percayalah, jika kita kompak, dan bersatu, membeli produk-produk buatan saudara kita sendiri,asing aseng akan ketakutan. AYO rebut kembali kehormatan kita PRIBUMI INDONESIA.