Titanic dan Fenomena Indonesia Gunung Es, dan Perangkap Ideologi

Titanic dan Fenomena Indonesia Gunung Es, dan Perangkap Ideologi

Oleh : Habil Marati

SHARE

BataraNews.com – Kapal titanic tenggelam pada tanggal 25 April 1912, hampir semua manusia di dunia ini pernah membaca kisah tentang tenggelamnya kapal titanic. Ada 6 fakta yang menarik tentang kapal titanic ini, yaitu :

 

  1. Para pemain musik tetap memainkan musik selama beberapa jam ketika kapal akan tenggelam.

 

  1. Dana pembuatan kapal Titanic lebih mahal dibanding pembuatan kapal Titanic itu sendiri.

 

  1. Kebanyakan sekoci yang dilepas tidak benar benar terisi penuh.

 

  1. Kapal Titanic bisa di selamatkan jika nahkoda tidak terlambat 30 detik saat memberikan perintah untuk mengubah arah setelah melihat gunung Es.

 

  1. Titanic adalah satu satunya kapal yang tenggelam karena gunung Es.

 

  1. Orang jepang yang selamat dari kecelakaan Titanic di negaranya disebut pengecut karena dia tidak mati bersama penumpang lainnya.

 

Titanic dijuluki kapal ” The Unsinkable” alias mustahil untuk tenggelam,Rasa percaya diri akan kecanggihan kapal yang dibangun oleh Herland and Woff di belfast, Irlandia Utara itu terlihat jelas juga dari jumlah secoci yang dibawanya pada pelayaran perdana, hanya 1.178 sekoci yang disertakan, sementara jumlah penumpang 2.224 orang yang mayoritas kaya raya. Empat hari setelah meninggalkan Inggris atau berada pada sekitar 603.375 KM dari Newfoudland, Titanic menabrak gunung es, Tubrukan terjadi pada pukul 23.40 itu merobek lambung kapal dan melengkung kebagian depan. Sebelum pukul 02.20, 15 April titanic yang sudah dipenuhi air terbelah dua, bagian kanan karam kedasar samudra Atlantik, kemudian bagian lain menyusul karam juga. Mistery tenggelamnya kapal Titanic sebagai renungan tanda kekusaan Allah SWT, pemilik kapal Titanic dengan congkoknya menjululki kapal Titanic mustahil untuk tenggelam, di samping itu para penumpangnya menjuluki diri mereka sebagai kelas New Money (OKB).

 

Apa Hubungannya Titanic Dengan Indonesia

 

Ternyata dari 6 karakter yang terdapat di atas kapal Titanic memiliki kemiripan dengan suasana yang sedang terjadi dalam Negri Indonesia saat ini, coba kita lihat:

 

1. Suasana hinggar binggarnya Investasi China, Berbondong bondongnya Tenaga kerja China datang ke Indonesia, tentang Tax amnesty, kenaikan BBM, sesama pemerintah gaduh soal kenaikan STNK dan BPKB, masalah perlindungan terhadap penista Agama serta tanda tanda bangkitnya komunis, tapi apa yang terjadi? pemerintah justru membiarkan meskipun rakyat Indonesia, Ulama bahkan TNI pun khawatir dengan kondisi Indonesia saat ini, tapi pemerintah membantah semua keadaan tersebut, pada hal Rakyat Indonesia merasa dalam keadaan memprihatinkan.

 

2. Harga yang dibayar Rakyat Indonedia dalam merebut kemerdekaan tidak sebanding dengan Nilai Investasi China ke Indonesia, maupun tidak sebanding dengan semua partai apapun yang ada di Indonesia ini.

 

3. Titanic mestinya bisa diselamatkan. Seandainya sang kapten tidak terlambat 30 detik, Titanic kemungkinan bisa terhindar dari benturan gunung Es, demikian juga Keterlambatan pemerintahan Jokowi di dalam merespon kegelisahan rakyat khususnya Umat Islam yang meresa Aqidahnya sedang di nistakan, serta persoalan persoalan sosial, persoalan Konstitusi, persoalan ekonomi, persoalan dominasi RRT terhadap sistem ekonomi dan politik Indonesia, maupun isu isu Ideologi komunisme, perlu di ketahui bahwa Indonesia adalah sebuah negara, bukan Titanic, tapi karakter yang terjadi di atas Indonesia hampir sama dengan apa yang terjadi di dalam kapal Titanic, oleh karena itu keterlambatan Sang kapten 30 detik membuat kapal Titanic karam di dasar samudra Atlantik, untuk itu Presiden Jokowi tidak boleh terlambat dalam menyelamatkan Indonesia dari situasi crowdit ini, di butuhkan ketegasan Presiden untuk tampil menyelamatkan Ideologi Pancasila, UUD45 Asli, serta NKRI, jangan sampai terlambat 30 detik juga, ternyata keterlambat 30 detik inilah yang menyebabkan Titanic tenggelam, jika jokowi terlambat 1 jam saja Indonesia bisa karam juga seperti Tatic, karam dalam samudra Ideologi komunis, liberal dan sekuler,

Bisa dibayangkan Titanic tenggelam hanya persoalan sang kapten kapal titanic cuma terlambat 30 detik, begitu pentingnya seorang kapten terhadap keselamatan kapal Titanic dan penumpangnya, belajar dari peristiwa Titanic ini maka Jokowi harus tepat hadir untuk menyelamatkan Negara dan Bangsa Indonesia, sekalipun kekuasaanya jadi taruhannya.

4. Seandainya sang kapten tidak terlambat 30 detik, Titanic kemungkinan bisa terhindar dari benturan gunung Es, demikian juga Keterlambatan pemerintahan Jokowi di dalam merespon kegelisahan rakyat khususnya Umat Islam yang meresa Aqidahnya sedang di nistakan, serta persoalan persoalan sosial, persoalan Konstitusi, persoalan ekonomi, persoalan dominasi RRT terhadap sistem ekonomi dan politik Indonesia, maupun isu isu Ideologi komunisme, perlu di ketahui bahwa Indonesia adalah sebuah negara, bukan Titanic, tapi karakter yang terjadi di atas Indonesia hampir sama dengan apa yang terjadi di dalam kapal Titanic, oleh karena itu keterlambatan Sang kapten 30 detik membuat kapal Titanic karam di dasar samudra Atlantik, untuk itu Presiden Jokowi tidak boleh terlambat dalam menyelamatkan Indonesia dari situasi crowdit ini, di butuhkan ketegasan Presiden untuk tampil menyelamatkan Ideologi Pancasila, UUD45 Asli, serta NKRI, jangan sampai terlambat 30 detik juga, ternyata keterlambat 30 detik inilah yang menyebabkan Titanic tenggelam, jika jokowi terlambat 1 sajam saja Indonesia bisa karam juga seperti Tatic, karam dalam samudra Ideologi komunis, liberal dan sekuler,

Bisa dibayangkan Titanic tenggelam hanya persoalan sang kapten kapal titanic cuma terlambat 30 detik, begitu pentingnya seorang kapten terhadap keselamatan kapal Titanic dan penumpangnya, belajar dari peristiwa Titanic ini maka Jokowi harus tepat hadir untuk menyelamatkan Negara dan Bangsa Indonesia, sekalipun kekuasaanya jadi taruhannya.

 

5. Ternyata Titanic adalah satu satunya kapal didunia ini yang tenggelam karena menabrak gunung Es. Bagaimana dengan Ideologi ?, ternyata persoalan Ideologi dan konstitusi banyak Negara bubar karena persoalan ini, keterlambatan pimpinan mengambil putusan dalam menyelamatkan Negara negara seperti berikut ini sebagai bukti empiris adalah contoh negara bubar akibat pertentangan Ideologi seperti Yugoslavia bubar karena persoalan Ideologi komunis, sosialis serta etnis dan Agama, demikian juga Uni Sofiet bubar karena persoalan Ideologi , demikian juga German Timur bubar karena persoalan Ideologi , demikian juga India pakistan pecah karena persoalan agama dan etnis. Bagaimana dengan Indonesia?, indonesia juga memiliki kondisi yang sama dengan negara negara tersebut di atas, oleh karena itu Presiden Jokowi harus melihat simpton sompton di atas bahwa Indonesia bisa tenggelam juga disebabkan tabrakan Ideologi antara Pancasila dengan komunisme, tabrakan antara Islam dengan komunisme, tabrakan antara mayoritas dengan minoritas, serta tabrakan antara Islam dengan Komunisme, Sekuler, minoritas, Jokowi sebagai president RI harus tampil mengeliminir hal-hal yang berpotensi pertentangan tersebut di atas dengan cara tampil tepat waktu, karena terlambat 30 detik saja Indonesia bisa mengalami hal serupa dengan Negara negara tersebut di atas, Jokowi harus tepat waktu mengembalikan Pancasila dan UUD45 Asli agar Indonesia terhidar tenggelam akibat lemahnya konstitusi UUD2002.

 

Indonesia Fenomena Gunung Es

Peristiwa tenggelamnya kapal Titanic menjadi rujukan politik substantif atas sebuah keangkuhan dari pembuat kapal, pemilik kapal, para penumpang yang kaya raya dan angkuh, penghianatan serta persengkokolan sesama penumpang, menganggap remeh para penumpang yang berada di kelas dek, di samping itu pemilik kapal menyepelekan keberadaan kekuatan Allah, serta memerintahkan kapten kapal untuk melanggar aturan mechanik mesin kapal, demikian juga Pemilik kapal menyatakan Tuhan pun tidak bisa menenggelamkan Kapal Titanic ini, tapi Allah menunjukan kuasanya pada pemilik kapal tersebut.

Negara Indonesia di pabrikasi berdasarkan metodelogy Pancasila dan UUD45 Asli, di mana metodelogy tersebut didasarkan pada kekuatan Allah SWT, kekuatan Pancasila dan UUD45 Asli telah menjamin peran masing-masing warga negara terhadap pembangunan bangsa, ternyata ada sekolompok rakyat Indonesia ingin mengeliminir kekuatan Alla SWT yang terdapat pada Pancasila, pembukaan UUD45 menjadi kekuatan liberal sekuler yang membuka peluang masuknya Ideologi komunis dengan kedok investasi, pemberian bebas visa pada Negara di mana Ideologi negara tersebut di haramkan dianut dalam sistem politik Indonesia adalah nyata nyata akibat lemahnya UUD 2002. perubahan metodelogy praktek praktek politik dalam sistem perpolitikan Indonesia telah melahirkan sistem hubungan pemerintah khususnya Presiden dengan Rakyat menjadi lemah, hubungan pemerintah dengan Legislatif menjadi hubungan holding, sementara itu heterogensi di dalam masyarakat melahirkan friksi yang sangat tajam, seorang Ahok yang menistakan Alquran di anggap pahlawan bagi sekolompok masyarakat. Sekolompok masyarakat menganggap Ahok adalah bersih tidak terlibat korupsi, sementara kolompok Islam menyatakan Ahok menistakan Alquran, dan terlibat dalam kasus sumber waras, meskipun nyata nyata ada bukti negara yaitu Pemeriksaan BPK.

Dari sisi Ideologi semakin berani masyarakat terang-terangan menunjukkan warna Ideologi-nya seperti Ideologi anti Islam, Ideologi anti Pancasila dan Ideologi komunisme, pada hal yang memerdekan bangsa ini adalah tokoh-tokoh Islam dan melahirkan Pancasila dan UUD45. Kondisi riil ini mengakibatkan bangsa Indonesia tidak bersatu mempertahankan Pancasilla, seperti kata Ahok, bahwa pancasila belum memiliki atap apabila minoritas belum jadi Presiden, artinya Ahok tidak mengakui pancasila, dan fenomena Ahok ini di sahuti banyak orang Indonesia.

Benturan benturan kepentingan Ideologi tersebut, mengarah pada pengelompokan politik kepentingan ekonomis, kekuasaan politik, serta Agama dipandang jadi penghambat. Pandangan Agama jadi penghambat inilah yang membuat komunis leluasa masuk dan menjadi mudah bangkit kembali di Indonesia, masuknya Investasi China ke Indonesia jangan di pikir tidak ada muatan Ideologi komunis, pasti ada mengapa? Pertama, RRT melihat Indonesia seperti puncak gunung Es yang bisa dilelehkan karena konstitu dan pancasila tidak lagi jadi metodelogi sistem politik dalam kekuasaan politik dan demokrasi. Kedua, Rakyat Indonesia jangan latah seperti pemilik kapal Titanic yang mengatakan bahwa tuhan pun tidak mampu menenggelamkan kapal titanic tersebut tapi Allah menenggelamkan, oleh sebab itu Rakyat Indonesia harus kuat menolak komunisme.

RRT melihat bahwa pencabutan TAP MPRS No XXV/ 1966 tentang larangan ajaran dan penyebaran paham komunisme di Indonesia akan dengan mudah di cabut, karena UUD 2002 memukinkan TAP MPRS tersebut bisa di cabut, karena parlement saat ini telah menjadi kedaulatan partai politik, bukan lagi kedaulatan Rakyat. Kehadiran RRT melakukan kerja sama ekonomi maupun pemberian pinjaman dalam jumlah besar serta investasi swasta China ke Indonesia tentu harus tetap di waspadai dan patut di curigai karena tidak menutup adanya kepentingan untuk melanjutkan sejarah komunis di Indonesia. Perlu menjadi perhatikan umat Islam serta rakyat yang masih tetap konsisten menolak komunis di Indonesia termasuk TNI, bahwa berkeliarannya warga Negara China di Indonesia yang cenderung menyalahi aturan visa kunjungan menjadi permanen residen dengan menyuap petugas Pembuat KTP perlu di ketahui motif mereka apa?, apa ada organisasi yang mengatur semua ini?, dan yang menjadi pertanyaan besar kita semua adalah mengapa warga Negara China saat ini menyebar pada semua daerah dari Papua, Sulawesi, kalimantan, Sumatra, Bali, NTT, NTB, Maluku, Jawa barat, Jawa Tengah, jawa Timur, Banten. Apakah penyebaran ini merupakan strategi melelehkan Indonesia sebagai puncak Gunung Es dimulai dari pinggir pinggiran dulu, setelah itu Jakarta sebagai puncak gunung Es nya perlahan lahan akan meleleh kebawa dan setelah ini Indonesia jadi apa?.

Semoga presiden Jokowi tidak terlambat melakukan evaluasi kembali pemberian bebas Visa pada RRT, kalau pemerintah tetap konsisten berpegang teguh pada TAP MPR No XXV/1966 semestinya RRT tidak dapat diberikan bebas Visa, saya hanya ingin mengingatkan pada Jokowi bahwa belajar dari keterlambatan 30 detik kapten kapal Titanic, akibatnya kapal dan penumpang kapal Titanic tenggelam kedalam Samudra Atlantik, tapi saya yakin Umat Islam dan TNI satu detik pun tidak akan terlambat untuk membasmi paham komunisme di Indonesia.

Paket Umroh Murah