Ini Penjelasan 3 Program Unggulan Agus-Sylvi

Ini Penjelasan 3 Program Unggulan Agus-Sylvi

624
0
SHARE

BataraNews.com – Pasangan Agus-Silvy memiliki 3 Program Unggulan yang diakuinya sebagai program unggulan yang Pro-Rakyat. Tiga program tersebut  yaitu Dana bergulir, Bantuan Langsung Sementara, dan Pemberdayaan komunitas.
Darimana dana dari program-program tersebut diambil ?

Agus-sylvi menjelaskan bahwa program-program tersebut sangat mungkin didanai oleh APBD DKI yang sudah ada.
Misalnya, tentang Dana Bergulir Rp 50 juta untuk  1 unit usaha. Tahap awal dana bergulir adalah Rp 1 triliun. Berarti ada 20 ribu unit usaha yang akan menerima dana bergulir .  Saat ini ada 368 ribu pengangguran terbuka di DKI. Dana bergulir tahap awal Rp 1 triliun digunakan untuk menekan pengangguran.

Munculnya 20 ribu unit usaha baru tentu akan menciptakan lapangan pekerjaan bila 1 unit usaha mempekerjakan 10 orang.
Untuk Program kedua, yakni Bantuan Langsung Sementara (BLS) Rp 650 miliar per tahun.

Bila dirinci, maka setiap keluarga miskin mendapat BLS Rp 5 juta per tahun, atau sekitar Rp 400 ribu per bulan.
Ingat, ada kata SEMENTARA didalam program BLS. Program ini tidak terus menerus karena sifatnya insidentil.
Program ini untuk mengangkat daya beli warga miskin dikala harga barang pokok melonjak tinggi.

Sedangkan Program ketiga, yaitu pemberdayaan komunitas sebesar Rp1 miliar per RW per tahun.
Dana tersebut disasar utk meningkatkan partisipasi warga dalam membangun ibukota.
Dana tersebut dapat menstimulus kompetisi positif antar RW untuk menjadikan lingkungannya sebagai yang terbaik.
Jumlah anggaran untuk ketiga program diatas sebagai berikut :
• Program Bantuan Dana Bergulir 50 juta untuk 20.000 unit usaha atau senilai Rp 1 Triliun.
• BLS sebesar Rp 5 juta untuk 128.000 keluarga miskin atau senilai Rp 650 Miliar.
• Program 1 RW 1 Miliar, saat ini ada sekitar 2.800 RW di DKI, sehingga totalnya senilai Rp 2,8 Triliun.

Jika dijumlahkan, ketiga program Kerakyatan pasangan Agus-Sylvi  sebesar Rp 4,4 Triliun.
Sedangkan APBD DKI tahun lalu lbh dari Rp 65 triliun, itu pun serapannya dibawah 60 %. Bahkan di tahun 2017, APBD DKI ditetapkan diatas Rp 70 trilliun. Sehingga, jika ditanya apakah 3 program kerakyatan Agus- Sylvi dapat didanai APBD ? Jawabannya tentu saja bisa.(azk)