Empat e-commerce Tanah Air yang Berjaya ditahun 2016

Empat e-commerce Tanah Air yang Berjaya ditahun 2016

956
0
SHARE

BataraNews.comTahun 2016 sudah berakhir. Sebagai kilas balik kami akan memberikan ulasan tentang 4 e-commerce yang paling laris di kunjungi di indonesia. Ini menjadi prestasi sendiri bagi para CEO nya dan merupakan pecut bagi para starup yang belum sukses. Adapun 4 e-commerce yang terkenal tersebut diatas adalah :

1. Tokopedia

Berdasarkan alexa 2016 peringkat buka Tokopedia berada pada urutan ke 8

Ini berarti tokopedia mengalami peningkatan yang semula pada tahun 2015 pada urutan 3 ecomerace yang paling terkenal kini menjadi urutan yang paling pertama.

Tokopedia diprakarsai oleh anak muda.

Tokopedia.com resmi diluncurkan ke publik pada 17 Agustus 2009 di bawah naungan PT Tokopedia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 6 Februari 2009. Sejak resmi diluncurkan, PT Tokopedia berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat. PT Tokopedia mendapatkan seed funding (pendanaan awal) dari PT Indonusa Dwitama pada tahun 2009. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya, Tokopedia kembali mendapatkan suntikan dana dari pemodal ventura global seperti East Ventures (2010), Cyber Agent Ventures (2011), Netprice (2012), and SoftBank Ventures Korea (2013). Hingga pada Oktober 2014, Tokopedia berhasil mencetak sejarah sebagai perusahaan teknologi pertama  di Asia Tenggara, yang menerima investasi sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc (SIMI). Pada tanggal April 2016, Tokopedia kembali dikabarkan mendapatkan investasi sebesar USD 147 juta atau sekitar Rp 1,9 triliun.

Berkat peranannya dalam mengembangkan bisnis online di Indonesia, PT Tokopedia berhasil meraih penghargaan Marketeers of the Year 2014 untuk sektor E-Commerce pada acara Markplus Conference 2015 yang digelar oleh Markplus Inc tanggal 11 Desember 2014. Pada tanggal 12 Mei 2016, Tokopedia terpilih sebagai Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award 2016.

2. Bukalapak

Berdasarkan alexa 2016 peringkat Bukalapak berada pada urutan ke 10.

Bukalapak didirikan oleh Achmad Zaky pada awal tahun 2010 sebagai divisi agensi digital bernama Suitmedia yang berbasis di Jakarta. Namun, Bukalapak baru berstatus sebagai sebuah Perseroan Terbatas (PT) pada September 2011 dan dikelola oleh manajemen yang dipimpin oleh Achmad Zaky sebagai CEO (Chief Executive Office) dan Nugroho Herucahyono sebagai CTO (Chief Technology Officer).

Berawal dari dua orang di sebuah garasi kecil, satu tahun kemudian Bukalapak memiliki tim 5 orang. Dan kini situs jual beli ini sudah memiliki sekitar 90 orang karyawan.
Bermodal tekad dan kerja keras, CEO Achmad Zaky dan timnya mampu membuktikan bahwa situs jual beli Bukalapak.com yang didirikannya bisa menjadi nomor satu di Indonesia.

Bukalapak mempunyai misi untuk meningkatkan kualitas UKM di Indonesia, salah satunya karena strategi penjualan di UKM masih kurang terarah. Pada awal berdiri, justru UKM dan pedagang-pedagang kecil lah yang menyambut positif Bukalapak.com, yang notabene tidak memiliki banyak modal untuk membuka lapak usaha secara offline.

Setelah berdiri kurang lebih setahun, Bukalapak mendapat penambahan modal dari Batavia Incubator (perusahaan gabungan dari Rebright Partners yang dipimpin oleh Takeshi Ebihara, Japanese Incubator dan Corfina Group). Di tahun 2012, Bukalapak menerima tambahan investasi dari GREE Ventures yang dipimpin oleh Kuan Hsu.

Pada bulan Maret 2014, Bukalapak mengumumkan investasi oleh Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures.

3. KasKus

Berdasarkan alexa 2016 peringkat Kaskus berada pada urutan ke 12.

KASKUS adalah komunitas online terbesar di Indonesia. Terkenal sebagai forum diskusi, rumah dari puluhan ribu komunitas dan pusat jual beli online. Sebagai Social Commerce Platform, KASKUS memfasilitasi user untuk membahas berbagai topik diskusi sekaligus melakukan transaksi jual beli dengan aman dan nyaman.

KASKUS didirikan pada tanggal 6 November 1999 oleh tiga pemuda asal Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Mulanya Andrew Darwis, Ronald, dan Budi membuat KASKUS untuk memenuhi tugas kuliah mereka. KASKUS sendiri bertujuan untuk mengobati kerinduan mahasiswa Indonesia di luar negeri akan Indonesia melalui berita-berita Indonesia yang diterjemahkan.

Pada tahun 2008, Andrew Darwis dan Ken Dean Lawadinata memutuskan untuk mengelola KASKUS secara profesional. Situs KASKUS, personel & infrastuktur yang terkait akhirnya diboyong ke Indonesia pada tahun ini.

Di tahun 2009, untuk mengimbangi kebutuhan akan hal ini, maka kantor KASKUS pindah ke daerah Melawai. Disini tenaga profesional KASKUS bertambah hingga lebih dari 60 orang.

Sejak tahun 2009, KASKUS menjadi pemain penting di ranah online Indonesia. KASKUS menerima banyak penghargaan diantaranya “The Best Innovation in Marketing” dan “The Best Market Driving Company” oleh Marketing Magazine, dan “The Greatest Brand of the Decade” (2009-2010) oleh Mark Plus Inc. KASKUS dengan bangga berada di peringkat 1 untuk kategori situs komunitas, dan merupakan situs lokal nomor 1 di Indonesia, menurut Alexa.

Tahun 2011 KASKUS memulai kemitraannya dengan Global Digital Prima, sebuah perusahaan Indonesia yang berfokus untuk mengembangkan industri digital dan konten lokal Indonesia.

4. Lazada

Berdasarkan alexa 2016 peringkat Lazada berada pada urutan ke 13.

Lazada didirikan oleh Januari 2012 oleh Rocket Internet yang bermarkas di Berlin, Jerman. Saat itu Rocket Internet baru memperkerjakan 4 orang karyawan di Lazada.

Website Lazada.co.id diluncurkan pada bulan Maret 2012, bukan hanya di Indonesia saja namun di Philipina, Thailand, Malaysia, Vietnam dan menjadikan Lazada sebagai toko online yang kini tidak asing lagi di telinga setiap orang di wilayah Asia Tenggara. Tepatnya pada tanggal 15 Maret lazada.co.id terbuka untuk umum, dengan 4 kategori utama dan 4.000 produk didalamnya.

Selang satu minggu setelah peluncuran, lazada.co.id mendapatkan pelanggan pertamanya, yang kemudian memberikan testimoni pada sebuah interview mengenai kepuasaanya berbelanja di lazada.co.id.

Dengan pelayanan terbaik dari segi kelengkapan produk, pelayanan, dan kelengkapan sistem pembayaran termasuk COD, dalam jangka waktu satu bulan setelah peluncuran, jumlah pelanggan lazada.co.id telah mencapai 1000 pelanggan.