Putin Putuskan Tak Jadi Usir 35 Diplomat AS karena Donald Trump

Putin Putuskan Tak Jadi Usir 35 Diplomat AS karena Donald Trump

137
0
SHARE

BataraNews.comPresiden Rusia Vladimir Putin memutuskan menahan diri untuk mengusir 35 diplomat Amerika Serikat (AS) dari Rusia. Sebelumnya Putin sudah mengeluarkan pernyataan akan mengusir 35 diplomat AS.

Alasan Putin menunda keputusannya itu adalah Presiden AS terpilih, Donald Trump. Langkah tersebut diambil sembari menunggu Trump disahkan sebagai Presiden AS. Putin berharap Trump bisa memperbaiki hubungan antara AS dan Rusia yang selama ini selalu berlawanan.

“Kami tidak akan membuat masalah dengan diplomat Amerika. Kami tidak akan mengusir siapa pun,” kata Putin dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Sabtu (31/12/2016).

“Kami mengevaluasi langkah pemerintah AS yang tidak bersahabat dengan mengusir para diplomat. Hal tersebut dilakukan agar hubungan Rusia-AS lebih rusak,” lanjutnya

Langkah selanjutnya, lanjut Putin, masih menunggu kebijakan luar negeri yang akan diambil oleh Donald Trump. Trump sendiri akan disahkan menjadi Presiden AS pada tanggal 20 Januari 2017.

Putin mengakhiri pernyataannya dengan mengucapkan ‘Selamat Tahun Baru’ pada Presiden Barack Obama dan Donald Trump. Secara terpisah, Putin juga mengucapkan ‘Selamat Tahun Baru’ pada pemimpin negara di seluruh dunia.

Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama memerintahkan pengusiran atas 35 diplomat Rusia dan memberi sanksi pada otoritas intelijen Rusia. Pemerintah AS meyakini mereka terlibat dalam upaya peretasan pada kelompok politik AS dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS.

Dilansir Reuters, Jumat (30/12), Obama meminta Departemen Luar Negeri untuk mengumumkan 35 orang itu sebagai ‘persona non grata’ atau dalam politik internasional disebut sebagai orang yang tidak diinginkan. Selain itu, Obama meminta 2 lembaga Rusia di New York dan Maryland untuk ditutup lantaran diduga digunakan orang-orang Rusia untuk ‘tujuan yang berkaitan dengan intelijen’.

Sementara, Otoritas Rusia menyatakan juga akan mengusir 35 diplomat AS dari wilayahnya. Hal ini merupakan balasan atas sikap keras AS yang terlebih dulu mengusir 35 diplomat Rusia terkait tudingan intervensi pilpres AS.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Jumat (30/12), Kementerian Luar Negeri Rusia dilaporkan telah mengajukan permohonan ini kepada Presiden Vladimir Putin. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyatakan kementeriannya mengajukan agar 31 staf diplomatik pada Kedutaan Besar AS di Moskow dan empat staf diplomatik pada Konsulat AS di Saint Petersburg, diusir keluar Rusia. (Pri)

loading...