2016, Total Emisi SUK Lampaui Nilai Rp100 Triliun

2016, Total Emisi SUK Lampaui Nilai Rp100 Triliun

257
0
SHARE

BataraNews.com- Total emisi obligasi, sukuk korporasi, dan Efek Beragun Aset (EBA) yang sudah tercatat di sepanjang 2016 telah melampaui Rp100 triliun dan menjadi rekor baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak awal tahun 2016 hingga akhir pekan ini total emisi obligasi, sukuk korporasi, dan EBA yang dicatatkan di BEI telah mencapai 70 emisi yang diterbitkan oleh 47 emiten dengan nilai Rp102,06 triliun.

Pencapaian di 2016 tersebut melebihi total emisi obligasi, sukuk korporasi, dan EBA yang dicatatkan di sepanjang tahun 2015 yakni sebesar Rp62,75 triliun melalui 55 emisi yang diterbitkan oleh 28 emiten. Total nilai emisi tersebut juga melampaui rekor total emisi sepanjang berdirinya BEI sebelumnya di 2012 dengan nilai emisi Rp69,45 triliun.

Total nilai emisi obligasi, sukuk korporasi, dan EBA tersebut kemungkinan besar masih akan bertambah jelang akhir tahun 2016. Sepanjang pekan ini saja, sebanyak 3 obligasi korporasi telah dicatatkan di BEI. Pertama adalah Obligasi Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2016 yang diterbitkan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan nilai nominal Rp5 triliun yang dicatatkan Senin (21/11).

Obligasi korporasi kedua dan ketiga yang dicatatkan di BEI pada pekan ini adalah Obligasi I Angkasa Pura I Tahun 2016 dan Sukuk Ijarah I Angkasa Pura I Tahun 2016 yang dicatatkan pada Rabu (23/11). Obligasi tersebut memiliki nilai emisi Rp2,5 triliun dan Sukuk tersebut memiliki nilai emisi Rp500 miliar.

Dengan pencatatan 3 surat utang korporasi tersebut maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 315 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp313,44 triliun dan USD20 juta, diterbitkan oleh 105 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp1.770,95 triliun dan USD1.240 juta, serta 7 emisi EBA senilai Rp3,07 triliun.

Sepanjang pekan ini BEI juga terus melakukan serangkaian sosialisasi dan edukasi di beberapa daerah untuk meningkatkan literasi pasar modal masyarakat. Seperti di Kampus STIENUS Sanggatta melalui Kantor Perwakilan BEI Balikpapan bekerja sama dengan MNC Securities. BEI juga melakukan Forum Calon Investor dengan mengundang Yayasan Abidari Pekanbaru di Kantor Perwakilan BEI Riau, dan Sosialisasi Pasar Modal “Training of Trainers” kepada Guru SMP/SMA se-kota Jambi, pada Selasa (22/11).

BEI melalui Kantor Perwakilan di Jambi melakukan Edukasi Publik kepada mahasiswa Universitas Muara Bungo yang bekerja sama dengan First Asia Capital, Rabu (23/11). Di hari yang sama, BEI yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyelenggarakan Indonesia Economic Outlook 2017 dengan mengundang Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, dan hadir sebagai peserta antara lain dari Perusahaan Tercatat, Anggota Bursa, Manajer Investasi, Dana Pensiun, dan Asosiasi.

Program sosialisasi pasar modal yang dilakukan oleh BEI lainnya adalah melalui Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) Pemasaran untuk wartawan pasar modal di Jakarta. Program yang dilaksanakan secara gratis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasar modal serta memberikan nilai tambah kepada para wartawan, khususnya yang melakukan peliputan di BEI. Dibuka oleh Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1 A OJK Gonthor R. Aziz dan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat, yang dilanjutkan dengan Pelatihan Sertifikasi WPPE-Pemasaran pada Selasa (22/11). Hari kedua Pelatihan dilakukan pada Kamis (24/11).

Rata-rata volume transaksi perdagangan saham di sepanjang pekan ini mengalami peningkatan 15,26% menjadi 12,33 miliar unit saham dari 10,70 miliar unit saham di sepekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi perdagangan saham berubah 15,48% menjadi Rp6,98 triliun dari Rp8,26 triliun, dan rata-rata frekuensi perdagangan saham berubah 8,37% menjadi 307,29 ribu kali transaksi dari 335,36 ribu kali transaksi pada pekan lalu.

Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 21 hingga 25 November 2016 ikut berubah 0,93% menjadi 5.122,10 poin dari 5.170,11 poin sepekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar saham domestik pada pekan ini ikut berubah 0,81% menjadi Rp5.543,92 triliun dari Rp5.589,16 triliun di periode 14 hingga 18 November 2016. Investor asing mencatatkan penjualan bersih pada pekan ini sebesar Rp2,71 triliun meski secara tahunan masih tercatat beli bersih Rp22,56 triliun.

Memenuhi undangan BEI untuk membuka perdagangan pada minggu ini adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dalam rangka Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, dan 100 Pelaku Pasar Modal terkait Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanpa Penduduk (KTP) Elektronik untuk acuan pengadministrasian basis data investor pasar modal yang lebih baik pada Selasa (22/11), Associate Dean Digital & Innovation UNSW Australia Business School Professor Nick Wailes pada Kamis (24/11), dan Direktur Utama PT Schroder Investment Management Indonesia pada Jumat (25/11).(Fahad Hasan)