Anies-Sandi Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru‎ di DKI

Anies-Sandi Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru‎ di DKI

SHARE

BataraNews.comCalon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengaku prihatin terhadap nasib guru di tanah air, termasuk para guru di Ibu Kota.

Menurutnya, seorang guru seharusnya mendapat perhatian lebih dan khusus oleh pemerintah. Sebab, mereka adalah garda terdepan dalam membangun generasi penerus bangsa.

“Baik atau buruknya Indonesia ke depan, itu bisa tercermin dari kualitas guru-guru kita,” ujar Anies, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Mantan rektor Universitas Paramadina ini lantas mencontohkan dengan Jepang. ‘Negeri Matahari Terbit’ tersebut mampu menjadi negara maju pasca-pengeboman Hirosima dan Nagasaki saat Perang Dunia II (1945).

“Hal itu terjadi, karena pasca-pengeboman, Kaisar Hirohito menginstruksikan agar para guru diberdayakan dan memberikan pendidikan kepada rakyatnya,” bebernya.

Karenanya, kata Anies, dirinya berjanji akan meningkatkan mutu pendidikan DKI ke depan dengan memperhatikan nasib dan kesejahteraan guru.

“Kualitas guru juga harus ditingkatkan, agar ilmu yang disampaikan dapat diserap semaksimal mungkin kepada peserta didik,” papar eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Pendamping Anies, Sandiaga Salahuddin Uno menambahkan, dirinya juga akan meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan guru agama.

“Bagaimana pun juga, generasi ke depan jangan hanya cerdas intelektual saja. Tapi, harus memiliki kecerdasan spiritual dan akhlak yang bagus,” paparnya.

“Begitu juga dengan kebudayaan. Manusia Indonesia, khususnya warga DKI, harus memiliki pemahaman dan kecintaan atas budaya. Apalagi, rakyat Jakarta cukup heterogen, ada dari berbagai suku dan etnis,” lanjut Sandi.

Pasangan nomor urut tiga ini juga berjanji akan memperbaiki kualitas pendidikan kejuruan, agar menciptakan SDM yang memiliki kemampuan khusus dan siap bekerja.

“Sehingga, begitu lulus nanti, tidak ada lagi berita bahwasanya tingkat pengangguran juga bertambah, karena jumlah tenaga kerja yang terserap rendah dibanding mereka yang lulus,” pungkas peraih gelar Master of Business Administation dari George Washington University itu.(pri)