Bayang-bayang Amerika di KPK Kian Jelas

Bayang-bayang Amerika di KPK Kian Jelas

3844
0
SHARE

BataraNews.com  – Sedikit sekali orang yang berani mengkritisi dan melawan KPK yang telah bertindak bagai lembaga superbody itu. Bagi mereka yang berani melawan maka harus siap untuk menanggung resiko.

Dahulu kebijakan Menteri Pertanian yang berasal dari PKS untuk mengurangi bahkan memotong jatah impor dan lebih mengutamakan produk lokal, akhirnya berdampak kepada partai PKS sebagai kekuatan dibelakang menteri pertanian tersebut

Kita sedang berbicara sebuah teori konspirasi yang sangat terang benderang, bagaimana satu kebijakan dalam negara harus takluk oleh satu dominasi kekuatan dunia yaitu amerika

Amerika selaku negara yang berdiri dalam kebijakan kebijakan kapitalis dan selalu membuat ketergantungan negara berkembang akan menjadi momok yang menakutkan apabila sebuah kebijakan bersifat nasionalisme muncul

Menteri Pertanian dengan kebijakannya menghapuskan impor buah buah yang berasal dari amerika seperti apel, pisang dan sebagainya hingga ada kebijakan dari Mentan kepada supermarket dan minimarket mulai mengutamakan penjualan buah lokal

Dominasi Amerika terancam, ibarat saluran pendapatan mereka ke Indonesia dalam distributor buah harus diputus karena Menteri Pertaniannya mengeluarkan kebijakan mengutamakan penjualan buah lokal demi kesejahteraan petani buah lokal itu sendiri

Hingga akhirnya muncul kasus suap impor daging sapi yang menyeret nama presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, itupun bisa dengan sangat terang benderang dilihat karena tepat Sebelum LHI ditangkap,  KPK kedatangan tamu yaitu Dubes Amerika Scot Marciel

Apa yang terjadi pada PKS dengan LHI nya, kini berulang pada Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadhilah Supari

Akibat kebijakan dan tindakan nasionaliasme nya melawan kekuatan Amerika dengan NAMRU nya, akhirnya sang menteri Siti akhirnya masuk dalam bidikan kasus di KPK

Nama besar KPK dan begitu banyak bantuan yang diberikan oleh pemerintah Amerika baik dari pelatihan hingga peralatan, membuat lembaga anti rasuah tersebut menjadi salah satu kepanjangan tangan kepentingan amerika di Indonesia

Pihak pihak yang anti kepada dominasi Amerika, sudah akan pasti masuk dalam bidikan KPK

Sang Menteri Kesehatan, menjadi sorotan dunia karena gebrakannya dalam melawan dominasi WHO (World Health Organization) dan Barat (Amerika Serikat).

Ceritanya bermula dari paksaan WHO terhadap Indonesia agar mengirimkan virus flu burung H5N1 strain Indonesia yang melanda negeri ini dua tahun lalu ke WHO Collaborating Center (CC) untuk dilakukan risk assesement, diagnosis, dan kemudian dibuatkan seed virus. Entah bagaimana caranya, virus asal Indonesia itu berpindah tangan ke Medimmune dan diolah menjadi seed virus. Hebatnya, seed virus ini diakui sebagai miliknya karena diolah dengan teknologi yang sudah mereka patenkan. Indonesia, yang memiliki virusnya tidak punya hak apa-apa. Padahal, dengan seed virus inilah perusahaan swasta itu membuat vaksin yang dijual ke seluruh dunia dengan harga mahal.

Bagi Siti Fadilah, hal ini aneh. Yang memiliki teknologi mendapatkan hak amat banyak. Sebaliknya, yang memiliki virus tidak dapat apa-apa. “Sehebat apapun teknologi Medimmune, jika ditempelkan di jidatnya kan tidak akan menghasilkan seed virus H5N1strain Indonesia,” kata lulusan kedokteran Universitas Gadjah Mada yang juga lulus program doktor di Universitas Indonesia itu dalam bukunya yang berjudul Saatnya Dunia Berubah – Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung.

Keberanian Siti Fadhillah Supari melawan kekuatan WHO dan Amerika selaku pembuat dan pedagang vaksin anti virus serta akhirnya sang menteri mulai berani mengusik keberadaan NAMRU di Indonesia; memberikan dampak yang dirasakannya saat ini, sang menteri masuk bidikan KPK

Baik LHI ataupun Siti Fadhillah Supari adalah korban dari sebuah kekuatan yang tidak mau diusik, dan ironinya mereka gunakan senjata dari tangan tangan orang Indonesia itu sendiri yang bernama KPK untuk melakukan pembunuhan karakter

Dan Sayangnya, Masyarakat lebih membela KPK sang tuhan tuhan tanpa salah, yang kenyataanya tak lebih dari pembantu setan dunia. (pri)