Samsung Hentikan Produksi Galaxy Note 7

Samsung Hentikan Produksi Galaxy Note 7

509
0
SHARE

BataraNews.com – Episode kelam Samsung masih berlanjut atas perangkat andalan mereka, Galaxy Note 7 yang bermasalah pada baterainya.

Setelah memutuskan menarik 2,5 juta unit Galaxy Note 7 pada awal September lalu, kini Samsung memutuskan menghentikan produksi perangkat andalannya yang sudah menggunakan Android OS, v7.0 (Nougat) tersebut.

Insiden pada Galaxy Note 7  masih berlanjut. Jika pada episode sebelumnya, awal bulan lalu, Samsung menarik 2,5 juta unit Galaxy Note 7 karena ada insiden  perangkat tersebut yang meledak, maka pada episode kedua ini, Samsung masih didera insiden Galaxy Note 7 versi pengganti yang terbakar.

Menyadari insiden pada Galaxy Note 7 yang terus berlanjut, Samsung sadar diri dan akhirnya memutuskan menghentikan produksi, penjualan dan distribusi perangkatnya tersebut di seluruh dunia.

Beriringan dengan keputusan itu, Samsung mengaku bekerja sama dengan regulator untuk menginvestigasi problem yang terjadi. Sebagai kompensasi, Samsung menawarkan penukaran Galaxy Note 7 dengan produk lainnya atau mengembalikan uang kepada konsumen.

“Kami memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualan Galaxy Note 7 terutama menimbang keselamatan pelanggan,” kata Samsung dalam penyataannya, yang dikutip Reuters, Selasa 11 Oktober 2016.

Keputusan menarik produk Galaxy Note 7 itu merupakan yang kedua kalinya dalam kurun dua bulan terakhir ini. Praktis, keputusan itu meningkatkan kekhawatiran atas kualitas kendali dari produk Samsung. Selain itu momen buruk ini diperkirakan bakal berdampak pada reputasi Samsung.

Reuters menuliskan, Samsung mengakui ada ketidakcermatan dalam mengontrol kualitas produk kelas premiumnya itu sehingga membuat perusahaan rugi materi dan reputasi nama besar Samsung jadi taruhannya.

Para pengamat mengatakan, Galaxy Note 7 seharusnya dapat memberikan pendapatan sebesar US$17 miliar bagi Samsung. Akibat rentetan insiden tersebut, investor telah menarik hampir US$20 miliar pada nilai pasar Samsung di bursa saham terakhir, saat saham Samsung turun delapan persen. Penurunan itu merupakan yang terbesar bagi perusahaan Korea Selatan itu sejak 2008.

Terkait penyebab kegagalan pada Galaxy Note 7, Kepala Samsung Mobile DJ Koh mengakui episode ini merupakan ujian besar bagi perusahaan.

Untuk itu, Samsung bersumpah untuk mengungkap bagaimana problem Galaxy Note 7 bisa terjadi. Bahkan, DJ Koh mengatakan Samsung akan mengerahkan segara sumber dayanya untuk bangkit dari problem tersebut.

“Saya akan membiayai berapa pun untuk menemukan penyebab pasti (kegagalan Galaxy Note 7) untuk memulihkan kepercayaan konsumen, sehingga mereka dapat menggunakan produk Samsung tanpa masalah keamanan,” kata DJ Koh dikutip dari The Korea Herald. 

Samsung seperty dilansir dari The Guardian, Jumat, 14 Oktober 2016 bahkan menawarkan insentif ganti rugi kepada pemilk Galaxy Note 7. Yang ditawarkan tidak hanya pengembalian dana tapi berupa opsi untuk dibelikan smartphone merek lain, bahkan kompetitor sekalipun.

Ini artinya, Samsung rela membeli produk kompetitor, bahkan iPhone sekalipun, untuk memperbaiki imej mereka di mata konsumen yang merugi. Samsung dikabarkan akan mengeluarkan dana yang besar bagi para pengguna Note 7 yang meminta pengganti berupa iPhone.

Samsung menawarkan insentif tersebut kepada konsumennya yang berada di Amerika Serika dan Korea Selatan. Jalur tersebut ditempuh guna membatasi buruknya reputasi perusahaan akibat produk flagship mereka.(fir)