Pekan Ini, IHSG Menguat 0,23%

Pekan Ini, IHSG Menguat 0,23%

497
0
SHARE

BataraNews.com-Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini tercatat mengalami penguatan sebesar 0,23% ke level 5.377,15 poin dibandingkan penutupan di pekan sebelumnya di posisi 5.364,80 poin. Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mengalami pertumbuhan 0,27% menjadi Rp5.815,07 triliun dibandingkan Rp5.799,22 triliun pada akhir pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami pertumbuhan 4,61% di sepanjang periode 3 hingga 7 Oktober 2016 menjadi 274,91 ribu kali transaksi dari 262,79 ribu kali transaksi di pekan sebelumnya. Meski demikian, rata-rata nilai transaksi harian tercatat mengalami perubahan 27,73% menjadi Rp6,35 triliun per hari dari Rp8,79 triliun per hari pada sepekan sebelumnya, dan rata-rata volume transaksi harian juga ikut berubah 13,81% menjadi 8,16 miliar unit saham dari 9,46 miliar unit saham.

Investor asing mencatatkan jual bersih Rp558 miliar di sepanjang periode 3 hingga 7 Oktober 2016. Sepanjang tahun ini sampai dengan penutupan perdagangan Jumat (10/7), investor asing masih mencatatkan nilai beli bersih Rp33,89 triliun.

Pada pekan ini, sebanyak 3 obligasi korporasi mulai dicatatkan di BEI. Obligasi korporasi pertama yang dicatatkan di BEI adalah Obligasi Berkelanjutan II Medco Energi Internasional Tahap II Tahun 2016 diterbitkan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk pada Senin dengan total nilai emisi Rp1,25 triliun.

Obligasi korporasi kedua adalah Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2016 yang diterbitkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada Senin (3/10) yang memiliki total nilai emisi Rp 5 triliun. Sedangkan pada Jumat (7/10), telah dicatatkan Obligasi Berkelanjutan III Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2016 yang diterbitkan oleh PT Mandiri Tunas Finance dengan nilai emisi Rp500 miliar.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat di sepanjang tahun ini adalah 55 emisi dari 40 emiten dengan nilai Rp 80,25 triliun. Dengan pencatatan tersebut, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan hari ini telah berjumlah 302 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp292,96 triliun dan USD50 juta yang diterbitkan oleh 103 emiten. Jumlah surat berharga negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 93 seri dengan nilai nominal Rp1.749,39 triliun dan USD1.240 juta, dan 6 emisi efek beragun aset (EBA) senilai Rp2,22 triliun.

Sepanjang pekan ini, PT BEI terus melakukan sosialisasi dan edukasi demi meningkatkan literasi pasar modal masyarakat Indonesia. Seperti yang dilakukan BEI melalui Kantor Perwakilan BEI yang ada di 20 kota di seluruh Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti Sekolah Pasar Modal (SPM) Reguler dan Syariah, Forum Calon Investor, serta Workshop Wartawan Daerah.

Salah satu kegiatan sosialisasi pasar modal adalah dengan Kegiatan Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan di Universitas Islam Riau pada Rabu (5/10). KP BEI Jambi juga mengadakan SekolahPasar Modal (SPM) Syariah untuk masyarakat umum pada Kamis (6/10).

Untuk memudahkan serta mengintensifkan program sosialisasi dan literasi pasar modal, BEI kembali meresmikan 2 Galeri Investasi BEI yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG) yang merupakan kerjasama antara UMG, BEI dan Phintraco Securities pada Selasa (4/10). Galeri Investasi kedua yang diresmikan BEI pada pekan ini adalah Galeri Investasi BEI di Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung pada Rabu (5/10) yang merupakan kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, BEI dan MNC Securities.

Kedua Galeri Investasi BEI tersebut adalah yang ke-60 dan 61 yang diresmikan di tahun ini. Saat ini BEI telah memiliki 216 Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia.

BEI bekerja sama dengan PT Indosat Tbk dan Trimegah Securities menggelar program kompetisi Indosat Stock Trading Contest (ISTC) pada Rabu (5/10). BEI bersama dengan Pemerintah melalui Kementerian dan Lembaga juga berkomitmen menyukseskan program Pemerintah dalam mendorong upaya peningkatan inklusi (akses) masyarakat ke sektor jasa keuangan dengan target sebesar 75% pada akhir tahun 2019.

Komitmen tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Nantinya, sepanjang Oktober 2016, seluruh lembaga jasa keuangan di Indonesia akan serempak menjalankan berbagai aktivitas edukasi (literasi) dan Inklusi Keuangan untuk Semua kepada seluruh masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia.

Dari industri pasar modal, BEI bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) akan menyelenggarakan Pameran Investival di Jakarta, Surabaya, Bandung, Banda Aceh, Padang, Jambi, Palembang, Medan, Riau, Lampung, Batam, Yogyakarta, Semarang, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Makassar Kendari, dan Jayapura.

Investival merupakan pameran investasi di pasar modal yang diselenggarakan dengan konsep Education, Entertainment, dan Expo. Pengunjung akan mendapatkan seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang investor di pasar modal, mulai dari produk, mekanisme, dan informasi lainnya, serta dapat langsung menjadi investor untuk dapat membeli saham atau reksa dana selama pameran tersebut.

Selain itu, pada awal pekan ini, Senin (3/10), BEI telah memberikan penghargaan kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) sebagai Perusahaan Tercatat di BEI yang pada setahun terakhir ini sahamnya paling diminati oleh investor, menunjukkan transaksi yang sangat aktif serta memiliki pertumbuhan harga yang signifikan, selain juga memiliki fundamental yang kuat. Tujuan diberikannya predikat The IDX Best Blue adalah memicu Perusahaan Tercatat lainnya untuk menghasilkan kinerja yang baik dan terus bertumbuh yang dapat memberikan manfaat yang tinggi kepada para investor dan pemegang sahamnya. Sehingga pada akhirnya, kinerja dan prospektif yang baik tersebut mencerminkan harga saham perusahaan yang juga dapat meningkatkan minat investasi masyarakat di pasar modal Indonesia.

Predikat The IDX Best Blue berbeda dengan Perusahaan Tercatat yang tergabung dalam indeks LQ-45. The IDX Best Blue lebih menitikberatkan pada besarnya jumlah investor dan pertumbuhan sahamnya, sedangkan LQ-45 hanya menitikberatkan pada likuiditas transaksi dan nilai kapitalisasi perusahaan.

Untuk menjalin hubungan baik dengan stakeholders, BEI turut mengundang beberapa pihak untuk membuka perdagangan saham pada pekan ini. Seperti PT Manulife Aset Manajemen Indonesia pada Selasa (4/10) sekaligus meresmikan “Program Beasiswa Keahlian Syariah Pasar Modal” bersama anak usaha BEI, The Indonesia Capital Market Institute (TICMI),

Kemudian BEI mengundang rupa 81 – Perkumpulan Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Angkatan 1981 pada Rabu (5/10), serta Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang pada Kamis  sekaligus meresmikan penandatanganan kerjasama untuk Penyelenggaraan Program Pendidikan Sertifikasi Pasar Modal antara TICMI dengan Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang, Kamis (6/10). Pada Jumat (7/10), BEI mengundang CSA (Certified Securities Analyst) sekaligus melakukan seremonial Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Liputan Roadshow YNS antara BEI, CSA dan IDX Channel. (FHD)