Mengenal Visum Et Repertum Dalam Dunia Kriminal

Mengenal Visum Et Repertum Dalam Dunia Kriminal

274
0
SHARE

Bataranews.com –  Akhir-akhir ini kita disajikan dengan acara live kasus pembunuhan atas Wayan Mirna. Padahal kasus pembunuhan ini sama dengan kasus-kasus pembunuhan yang sudah terjadi di Indonesia. Apa yang spesial? Jika anda orang yang mengikuti acara live persidangannya. Pastinya jadi lebih banyak tahu, paham dan mengerti tantang banyak hal. Karena dalam persidangan tersebut dihadirkan banyak saksi-saksi ahli dalam bidangnya masing-masing.

Sebenarnya untuk mengetahui sebab dan akibat kematian seseorang. Penyidik harus meminta dokter foresik untuk melakukan otopsi forensik terhadab korban. Apa itu Otopsi Forensik yaitu otopsi yang dilakukan oleh penegak hukum terhadap korban pembunuhan atau kematian yang mencurigakan, untuk mengetahui sebab kematian, menentukan identitasnya, dan sebagainya.

Dengan bedah forensik seolah-olah membuat jasad mayat itu bisa berbicara, karena dengan pembedahan seperti ini, semua penyebab kematiannya bisa dipecahkan dengan mudah. Otopsi forensik biasanya dilakukan terhadap mayat seseorang yang diduga meninggal akibat suatu sebab yang tidak wajar seperti pada kasus kecelakaan, pembunuhan, maupun bunuh diri. Otopsi ini dilakukan atas permintaan penyidik sehubungan dengan adanya penyidikan suatu perkara.

Tujuan dari otopsi medikolegal adalah :

  1. Untuk memastikan identitas seseorang yang tidak diketahui atau belum jelas.
  2. Untuk menentukan sebab pasti kematian, mekanisme kematian, dan saat kematian.
  3. Untuk mengumpulkan dan memeriksa tanda bukti untuk penentuan identitas benda penyebab dan pelaku kejahatan.
  4. Membuat laporan tertulis yang objektif berdasarkan fakta dalam bentuk visum et repertum.

Apa yang dimaksud dengan visum et repertum? Suatu keterangan tertulis dari dokter dalam kapasitasnya sebagai saksi ahli atas permintaan penegak hukum yang berwenang tentang apa yang dilihat dan ditemukan dalam pemeriksaan manusia ataupun bagian tubuh manusia, baik dalam keadaan hidup ataupun meninggal, sesuai dengan sumpah jabatannya.

Dasar hukum visum et repertum

  1. Lembaran Negara tahun 1973 No. 350 pasal 1 dan 2.
  2. Statsblad 350 tahun 1973 pasal 1 dan 2.
  3. KUHAP pasal 133.
  4. KUHAP pasal 6 (1).
  5. Peraturan pemerintah No. 27 tahun 1983.
  6. Pasal 179 KUHAP.

Dalam hal ini visum et repertum sangat banyak perannya :

  1. Bagi penyidik berguna untuk mengungkap perkara.
  2. Bagi jaksa berguna untuk menentukan pasal yang didakwakan.
  3. Bagi hakim berguna sebagai alat bukti formal untuk menjatuhkan pidana atau membebaskan seseorang dari tuntutan hukum.
loading...