Hati-hati kanker lambung mengintai anda, Ini Penyebabnya

Hati-hati kanker lambung mengintai anda, Ini Penyebabnya

SHARE

Bataranews.com –  Anda sering mengalami rasa perih yang sangat di daerah perut, sering bersendawa, diare, anemia, rasa mual disertai muntah darah, badan terasa cepat lelah, tinja berwarna hitam, kembung setelah makan, kehilangan nafsu makan dan mulas. Tidak selalu ciri-ciri tersebut adalah penyakit maag. Bisa jadi anda menderita kanker lambung.

Kanker lambung  sering dialami oleh orang dewasa yang berusia 30 tahun ke atas, dan 80% di antaranya berasal dari kalangan usia 40 tahun ke atas, sebagian besarnya memiliki riwayat penyakit lambung atau maag selama bertahun-tahun, yang paling lama mencapai hingga 10 tahun,pada sebagian orang meskipun mereka tidak memiliki riwayat penyakit lambung, tetapi memiliki ciri-ciri diatas. Sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab kanker lambung, secara umum terjadi ketika sel-sel pada bagian tertentu di lambung berkembang secara tidak terkendali. Akibat pertumbuhan berlebihan tersebut, sel-sel yang tadinya memiliki sifat normal untuk membantu tubuh berfungsi dengan baik, justru menjadi terakumulasi menjadi tumor yang bersifat merusak dan dapat menjalar ke bagian-bagian tubuh lainnya.

Untuk memastikan seseorang terkena kanker lambung dibutuhkan pemeriksaan sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan tinja untuk keberadaan darah.
  2. Pemeriksaan darah.
  3. Melalui pemeriksaan endoskopi, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan lambung untuk kemudian diteliti di laboratorium.
  4. Pemeriksaan sinar-X. Zat barium harus ditelan oleh pasien, ini akan membantu sinar-X menghasilkan gambar pada monitor. Selama 6 jam sebelum melakukan prosedur pemeriksaan ini, pasien tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman. Efek samping yang mungkin dirasakan pasien setelah melakukan pemeriksaan ini adalah mual.
  5. CT scan. Membantu dokter mengetahui seberapa jauh perkembangan kanker.
  6. Bedah laparoskopi. Melihat keadaan lambung secara lebih rinci. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui apakah kanker lambung telah menyebar, terutama ke bagian peritoneum atau lapisan rongga perut.
  7. Melihat apakah kanker lambung telah menyerang organ hati.

 

Pengobatan kanker lambung dapat dilakukan dengan cara:

  1. Embolisasi, memasukkan obat langsung ke pusat kanker, konsentrasi obat meningkat 2-8 kali lebih tinggi, selain itu, embolisasi adalah metode yang dapat menyumbat pembuluh darah penyuplai darah ke kanker, sehingga membuat kanker “mati kelaparan”, dengan kelebihan pengobatan yang bertarget, tidak ada resitensi obat, efek samping kecil dan lain-lain.
  2. Terapi Photodynamic adalah sejenis terapi non invasif, merupakan perkembangan terbaru pengobatan tumor, pada tahun 1996 telah disetujui oleh FDA Amerika untuk diterapkan secara klinis. Menggunakan fotosensitizer dan laser, secara efektif membunuh sel kanker lambung, metode ini memiliki kelebihan tanpa operasi, minimal rasa sakit, komplikasi lebih sedikit dan lain-lain
  3. Terapi Imunisasi Biologi dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh pasien kanker lambung, selain itu dapat berfungsi untuk melawan tumor ganas dan virus. Dengan memadukan metode operasi, Intervensi, Photodynamic dan pengobatan kanker lambung lainnya, hasil pengobatan akan lebih efektif.

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Mulailah  hari ini dengan pencegahan yaitu  memperbaiki pola makan anda, biasakan makan dan minum teratur dan dilengkapi dengan mengkonsumsi sayur dan buah. Jangan biasakan anda malas makan apalagi sering telat makan. Hati-hati, bukan cuma sakit maag yang mengancam anda tapi juga kanker lambung.(azk)