Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah di Gebyar Syariah

Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah di Gebyar Syariah

250
0
SHARE

BataraNews.com- Industri keuangan syariah telah menarik perhatian global dalam beberapa tahun terakhir dengan mencatatkan perkembangan pesat baik dalam hal aset maupun produk keuangan yang ditawarkan. Menurut Global Islamic Finance Report pada 2015, total aset syariah di seluruh dunia telah naik pesat dari sekitar US$150 juta pada periode 1990-an menjadi sekitar US$2 triliun dan diperkirakan industri ini dapat mengumpulkan aset sebesar US$6,5 triliun pada 2020.

Investasi syariah di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar, meskipun telah berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memang memiliki potensi besar untuk lebih mengembangkan industri keuangan syariah serta dapat menjadi pusat keuangan syariah dunia di masa depan.

Di sisi lain, dalam beberapa tahun terakhir jumlah investor saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengalami peningkatan. Sampai dengan 31 Juli 2016, jumlah investor saham syariah di BEI telah mencapai 8.580 investor atau mengalami pertumbuhan 75% disepanjang tahun ini. Pertumbuhan jumlah investor saham syariah di tahun ini diperkirakan akan melampaui pertumbuhan di sepanjang 2015 yang mencapai 81% menjadi 4.908 investor.

Untuk semakin meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, BEI bersama dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) siap mendukung dan memanifestasikan program bersama (working group) Sinergi Komunikasi dan Pemasaran Bersama Keuangan Syariah (SiKOMPAK Syariah) yang diprakarsai oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama dengan Industri Keuangan Syariah. Salah satu dukungannya adalah melalui penyelenggaraan acara Gebyar Syariah yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan di Kabupaten Banyumas, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Banyumas ke-445.

Peran serta yang dilakukan oleh BEI bersama dengan lembaga penyelenggara pasar modal lainnya (self regulatory organization/SRO) lainnya di acara Gebyar Syariah adalah dengan mengadakan Sekolah Pasar Modal Syariah pada 2 hingga 10 September 2016 di Kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Selain itu BEI dan SRO juga mengadakan Edukasi Pasar Modal kepada masyarakat Kabupaten Banyumas dan beberapa instansi daerah pada 13 hingga 30 September 2016.

Selain itu, BEI juga menerima rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas Penciptaan Investor Reksa Dana Syariah Terbanyak dalam Satu Kabupaten yakni sebanyak 5.000 reksa dana syariah. Penciptaan rekor ini didukung penuh oleh program Corporate Social Responsibilities (CSR) dari PT Bank Sinarmas Tbk, dan PT Philip Securities Indonesia. Seremonial atas acara ini dilakukan pada hari Sabtu (1/10) di Alun-alun Purwokerto, Jalan Jenderal Sudirman Purwokerto, Jawa Tengah.

Rekor MURI lain yang dipecahkan oleh pasar modal Indonesia adalah Penciptaan Investor Saham Syariah Terbanyak dalam Satu Perguruan Tinggi, yakni sebanyak 2.000 Rekening Saham Syariah yang didukung oleh PT Phintraco Securities. Perayaan penciptaan rekor ini dilakukan pada hari yang sama pukul 14.00-16.00 WIB di Kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Seremonial penciptaan rekor MURI tersebut juga dilakukan bersamaan dengan Peresmian Galeri Investasi Syariah, bekerjasama dengan PT Phintraco Securities, di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Galeri Investasi Syariah ini adalah Galeri Investasi yang Pertama di Purwokerto, dan Galeri Investasi ke-214 di seluruh Indonesia.

Sepanjang tahun ini, BEI telah meresmikan 59 Galeri Investasi BEI, dan pada saat ini BEI telah memiliki 10 Galeri Investasi Syariah. Pendirian Galeri Investasi BEI bertujuan untuk pemasyarakatan dan edukasi pasar modal di lingkungan akademisi dan masyarakat sekitar. (FHD)

loading...