Lembaga Survey Pesanan = Lembaga Perjudian Politik Indonesia ?

Lembaga Survey Pesanan = Lembaga Perjudian Politik Indonesia ?

604
0
SHARE

BataraNews  – Moment pesta demokrasi adalah moment yang di tunggu-tunggu  terutama oleh kalangan politisi, lembaga kemasyarakatan, media partner sampai kelas rakyat bawah. Pasalnya, dalam menjelang event penting ini marak berbagai cara menarik simpati masyarakat dalam menentukan hak suara yang terbungkus dalam berbagai agenda kegiatan-kegiatan aksi sosial yang dilakukan oleh sejumlah kandidat.

Sejumlah project marak menghujani berbagai kalangan yang ikut serta memanfaatkan momentum ini. Dengan mudahnya rupiah bertebaran tanpa tertinggal sedikitpun mulai dari kelas atas sampai kalangan paling bawah di pelosok desa ikut memanfaatkan moment besar ini, yah walaupun memang berbeda kapasitas pemanfaatannya.

Memang tak setiap tahun di satu daerah merayakan pesta demokrasi ini. Tapi melihat fenomena sekarang, dalam persiapannya dapat memerlukan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun yang dirasakan DKI Jakarta dalam menghadapi pertarungan politik. Makanya tak sedikit yang harus di korbankan.

Ini ajang besar, semua kalangan ikut berperan aktif. Mulai dari media yang di penuhi iklan pasangan calon-calon pemimpin, reklame-reklame kandidat dengan janjinya berbicara di sepanjang jalan, bisikan-bisikan propaganda menyebar ke pelosok-pelosok desa, kaum aktifis buta menjual gagasannya, serta lembaga survey menebar surveyor hingga pelosok desa dengan pertanyaan yang mendongkrak kondisi psikologi masyarakat.

Hujan project lembaga survey di Indonesia dalam menghadapi pesta demokrasi bukan main. Selain mencari kebenaran hak masyarakat, disini mulai masuk pertanyaan-pertanyaan keren dalam beberapa kertas berbentuk keberpihakan dengan menyudutkan kandidat tertentu.

Dari hasil jawaban masyarakat yang tampaknya enggan berkomentar, kemudian dipersentasikan dan di analisa apa yang seharusnya masyarakat terima ? Kemudian dengan sebuah pertanyaan-pertanyaan itu tak membuahkan hasil yang berarti apa-apa harapan bangsa. Yah, begitulah perputaran politik Indonesia. Sangat benar sekali lembaga survey melakukan hal ini untuk sebuah kajian data sementara suara rakyat, akan tetapi di sela pekerjaan tersebut terselip sebuah propaganda yang perlahan menyudutkan pihak tertentu.

Kenapa demikian ? Hal seperti ini memang sudah lazim di Indonesia. Sebenarnya lembaga survey bukan tim sukses salah satu calon. Inilah yang harus di pahami betul, tapi kenapa kemudian lembaga ini semakin hari semakin terpecah beranak pinak. Disini kemudian letak perjudian politik berlangsung dengan melirik dan mengkaji hasil survey. Hampir semua lembaga survey tak ketinggalan moment bermanfaat ini.

Untuk itu, motto dari independsi harus di pertanyakan kembali. Tak pantas kiranya menyoal perut dan posisi oleh suatu lembaga independen. Tapi, tak heran dan sudah mengakar tampaknya pembicaraan-pembicaraan finansial yang di kedepankan. (Nur Cholish Hasan)