Ternyata ini lho sebenarnya Latar Belakang Adanya Wacana Full Day School

Ternyata ini lho sebenarnya Latar Belakang Adanya Wacana Full Day School

709
0
SHARE

BataraNews –  Wacana Full Day School yang diwacanakan pemerintah ternyata dilatar-belakangi  oleh perhatiannya Jokowi terhadap komentar-komentar di sosial media ataupun media online yang tidak mengutamakan Etika dalam berbicara di dunia maya.

Seperti beberapa waktu lalu melansir laman Tribun Solo,  Jokowi dalam kunjungannya ke peringatan 90 Tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Senin, (19/9/2016) di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, mengungkapkan kesedihannya  terhadap para komentator di dunia maya yang kerap saling mencaci, menjelekkan, mencela, merendahkan, menghina sesama komentator tersebut.

“Coba kita lihat bagaimana di media sosial itu saling menjelekkan, mencela, merendahkan, menghina, mengolok-olok. Apakah itu nilai-nilai Indonesia? Jawaban saya bukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengakui sering membaca komentar-komentar masyarakat di suatu pemberitaan media online.

Di sana pun Presiden merasa sedih karena menemukan komentar para pembaca yang juga saling menghujat.

“Sedih kalau kita baca komentar-komentar saling hujat di situ.”

“Saling memaki dengan perkataan yang saya yakin itu bukan nilai-nilai kita.”

“Ada nilai-nilai lain yang tidak sadar masuk menginfiltrasi kita dan itulah yang akan menghilangkan karakter, identitas, dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” terang Presiden.

Untuk itu Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) agar pendidikan etika, budi pekerti, dan sopan santun diberikan porsi yang lebih dalam kurikulum pendidikan SD dan SMP.

Instruksi tersebut kemudian diterjemahkan oleh Mendikbud dengan wacana full day school yang di dalamnya bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif bangsa Indonesia.

“Kemarin sudah disampaikan wacana full day school yang akan dicoba di beberapa provinsi untuk menanamkan nilai-nilai itu.”

“Tanpa nilai-nilai tersebut identitas kita akan hilang.”

“Padahal waktu saya bicara dengan kepala pemerintah lain mereka sangat memuji Indonesia yang tetap kokoh meskipun kita berbeda-beda,” tutup Jokowi.