Gelar Haji & Haji (Sekedar) Gelar

Gelar Haji & Haji (Sekedar) Gelar

SHARE

BataraNews - Setiap tahun di bulan zulhijah, berjuta orang seantero bumi mengunjungi makkatul mukarromah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima yaitu haji. Ada banyak ritual-ritual haji dari sebelum keberangkatannya (walimatus shafar) dan ketila pulang diadakanpula tayakuran kembali.Tidak sedikit upacara pelepasan haji diantar oleh berbondong-bondong anggota keluarga,sahabat karib,tetangga da handaitaulan.ini bentuk dari dakwah dan syi’ar kita.Tak sedikit pula peluk tangis melepas kepergian para calon haji itu.Karena itu simbul kepergian kehadirat ilahi.

Haji memang sakral.Begitu banyak simbol-simbol spiritualitasnya.Mulai ka’bah sebagai simbol utama haji kita, berpakaian ihram yg putih bersih tanpa jahitan, ada tawaf,sa’i,ada lempar jumrah,mencium hajar aswad, tahallul, mabit di muzdalifah dan banyak lagi ritual sunah maupun wajibnya.
Belum lagi hamparan terik menyengat padang arafah.Semua manusia sama,dari kuli kasar sampai raja punya kedudukan yang sama di hadapan Allah.Yang membedakan adalah ketaqwaanya.

Banyak cerita-cerita nubuwwah yang mengharu birukan kalbu dan keimanan kita.Banyak pula kisah-kisah emansipatoris yang ajaib dan diluar nalar..,kita mengimani saja.

Tahun lalu dikawasan tebet ada suami istri pasangan pemulung menabung bertahun-tahun lamanya untuk bisa berkurban.Dan panitia sungguh terperangah ketika dua ekor kambing diserahkah sebagai kurbanya dua orang ini.Orang-orang tulus ini ingin pergi haji,tapi mereka hanya mampu berqurban saja.Inilah simbol keikhlasan,(waman yattiqillaha yaj’alahu makhroja, wayarzuqhu min khaisu laa yahtasib..).Tak lama setelah beritanya menjadi viral dimedia masa pasangan pemulung ini diberangkatkan umroh oleh sebuah jasa tour haji dan konon juga dihajikan pula.

Ada pula kisah emansipatoris lainya,yang sudah menabung bertahun-tahun lamanya, tapi karena ada tetangga yg kelaparan uang tabungan haji diberikan kepada tetangganya yang kelaparan itu.Seorang salafus shaleh sampai memimpikan kemuliaan orang ini ketika tertidur didekat makam rasulullah.Dalam mimpinya orang ini sudah mabrur hajinya padahal ia tidak hadir secara fisik ke makkah.

Ada tukang urut yang tak mungkin berangkat dilihat dari sisi ekonomi tapi atas ketaqwaan dan kemulianya ia berhaji.Ada tukang air di Aceh,karena istiqomahnya ia kemudian berhaji. Ada pula seorang pemetik daun mlinjo juga berhaji karena ketaqwaanya.Juga sepasang tukang becak dan banyak lagi contoh mengharukan lainya.

Kali ini kita juga terperangah dan ditampar oleh keteladanan ibu karyati (69) seorang pemulung yang berhaji tahun ini asal probolinggo – jatim.ia berangkat haji dari menabung selama duapuluh tahun hasil dari mengais barang-barang sisa sebagai pemulung.

Boleh jadi,dihadapan Allah mereka-merekalah yang mendapat haji mabrur dengan Sejatinya HAJI dan pahala syurganya.Lalu bagaimana yang sudah berkali-kali haji dan umrah itu tetapi tetangganya masih lapar?
Bagaimana pula seorang haji yang marah-marah ketika kita tidak memanggil embel-embel hajinya? Bagaimana sudah berhaji tapi pelit? Dan banyak lagi tentunya.Allahu a’lam bisahowab…(Aminuddin Atbar)

Paket Umroh Murah