Setelah Singapura, Virus Zika Intai Indonesia

Setelah Singapura, Virus Zika Intai Indonesia

SHARE

BataraNews – Penderita  Virus Zika di Singapura tercatat sampai saat ini sudah lebih di atas 100 orang. Salah satu penderita Virus ini terdapat  WNI yang sedang berada di Singapura. Pemerintah Singapura masih merahasiakan identitas penderita tersebut dengan alasan prosedural.

Sampai saat ini mereka yang terkena virus Zika sedang berada di Rumah Sakit setempat untuk perawatan dan penelitian.

Larangan untuk tidak bepergian ke Singapura pun mulai disuarakan terutama bagi wanita hamil. Hal ini mengingat Virus Zika bisa berbahaya bagi si jabang bayi. Bila terkena wanita hamil, maka kemungkinannya si bayi akan menderita penyakit microcephaly (kepala kecil).

Virus yang awalnya berasal dari Uganda di salah satu hutannya yang bernama Zika ini, Menyebar pesat di  Brazil dan dari sini kemudian menyebar cukup cepat ke negera-negara lainnya melalui orang-orang yang bepergian.  Sampai saat ini ada sekitar lebih dari 40 warga asing di Singapura positif terinfeksi virus Zika.

Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini menjadi terinfeksi setelah menggigit penderita yang telah memiliki virus tersebut. Nyamuk ini sangat aktif di siang hari dan hidup serta berkembang biak di dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.

Walaupun jarang, virus Zika dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika berkemungkinan ditularkan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Dapat pula bayi tertular pada waktu persalinan.Hingga saat ini, kasus penularan virus Zika melalui proses menyusui belum ditemukan sehingga ahli medis tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui bayinya.

Sampai saat ini belum ada upaya pencegahan yang benar-benar efektif. Menurut Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan tidak ada solusi yang benar-benar definitif untuk mencegah virus Zika. Kalaupun ada, hal itu hanyalah menjaga kebersihan. cara menjaga kebersihan untuk mencegah virus Zika tidak jauh berbeda dengan mencegah keberadaan nyamuk demam berdarah. Cara yang umum dilakukan adalah membilas, menimbun, dan menguras tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan air tempat jentik-jentik nyamuk bersarang.

Ditanyai perihal perlakuan untuk mereka yang terindikasi kena Zika, Nila mengatakan hal pertama yang dilakukan adalah mengambil darah yang terindikasi. Setelah itu, memberikan tanda alert pada darah itu.

“Kalau positif nanti kami panggil lagi yang terindikasi. Artinya, kami catat semua,” ujarnya menegaskan.