DIBALIK HARGA ROKOK

DIBALIK HARGA ROKOK

SHARE

BataraNews – Agustus 2016, tampaknya tak jauh berbeda dengan 71 tahun silam. Tak berselang lama setelah teks proklamasi di kumandangkan, serta sang merah putih bebas terhempas angin. Badaipun menyapa bangsa di kala itu baru saja menikmati indahnya dunia tanpa perbudakan, penindasan serta penjajahan. Berbagai serangan hebat muncul di penjuru-penjuru negri sebagai ungkapan penolakan kaum kolonial atas kemerdekaan Republik Indonesia.

Demikian, ketika bangsa di landa kegelisahan atas perhelatan kabinet disaat semua tengah bersiap-siap mengungkapkan dirgahayu untuk negri ini. Setelah sampai di usia tepat ke-71 dengan serentak sorak “MERDEKA..!” mewarnai langit Indonesia. Tapi, sorakan itu terbungkam seketika pada saat mendengar kabar dari bapak negri ini akan menaikan harga rokok hingga dua kali lipat lebih. Memang tak semua bangsa ini adalah perokok aktif. Akan tetapi, satu berbanding searatus antara perokok dengan bukan perokok.

Agama dan medis jelas rokok memang tak baik untuk kesehatan. Berbagai macam cara di lakukan negara untuk mengurangi asumsi masyarakat terhadap rokok. Dan kenaikan harga ini pun menjadi cara baru pemerintah dalam menghentikan kebiasaan buruk ini. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya wacana ini tak menjadi tunggangan politik oleh berbagai pihak dalam kepentingannya.

Mengapa demikian ? karna bangsa ini telah begitu hebat merasakan keresahan akan sikap yang di tunjukan negri ini. Sangatlah jelas, sikap ketidak teraturan yang di lakukan para pemimpin membuat bayang-bayang penjajah bagi bangsa sendiri, serta menambah masalah bukan membantu menyelesaikannya. Inilah yang kita kenal sekarang inkonsisten menjamur menjadi karakter Indonesia.

Merdeka memang bukan berarti bebas tanpa hukum, rakyat Indonesia mengerti betul akan hal itu. Tapi, tak semua rakyat mampu di bodohi seperti ini. Berjalannya waktu masyarakat sedikit demi sedikit paham alur kemana negri ini akan berlabu. Ingat, problem negara ini banyak yang menjamur dalam meja parlemen.

Dengan demikian, wacana harga rokok bukan ancaman serius untuk bangsa ini. Karena dalam berbagai wacana dan informasi yang di sampaikan pihak terkait sudah jelas bahwa ini tidak akan terjadi dengan berbagai alasan yang bukan tanpa dasar analisa yang tepat. Dan pada akhirnya rakyat dapat menyimpulkan semuanya hanya alibi dan tunggangan politik yang betul-betul serius mengancam bangsa Indonesia.

Yah, sebelumnya wacana di atas telah menggiring pada ketidakteraturan sistem dalam negara ini, dan pada periode ini adalah kelanjutan mimpi buruk Indonesia. Mereka yang duduk di kursi negara adalah bukan orang bodoh, rakyat yakin mereka semua dapat menjalankan negara tanpa menjilat sedikitpun hak rakyat.

Yang terakhir, tentu kita semua berharap ini bukan kamuflase satu pihak atas dasar kepentingan pribadi. Meskipun perhelatan kabinet luar biasa dengan wacana pengangkatan WNA dan pemberhentian dalam 20 hari berikutnya, sudah cukup terlalu bahaya mengancam negri ini. Kita semua berharap semoga Indonesia tidak menutup usianya karna berbagai posisi penting di tempati oleh bukan pribumi. Import pekerja luar dan MEA sudah cukup mengancam, maka jangan bodohi kami pak Presiden !

 

Nur Cholish Hasan (087809100755)

Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Ciputat

Alumni madrasah Al-Baqo Cilegon.

Kordinator lapangan Koalisi MahasiswaUIN (KMU) Jakarta.

Paket Umroh Murah