Ini Indikator Lemahnya Persatuan Indonesia

Ini Indikator Lemahnya Persatuan Indonesia

SHARE

BataraNews.com –¬†Apa indikator bila Persatuan Indonesia itu lemah dan akan semakin lemah serta akan membahayakan kehidupan Bangsa Indonesia dan NKRI?

Lintasan Kebenaran Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia menunjukkan bahwa bila MPR-RI sudah tidak lagi sebagai Lembaga Tertinggi Negara, maknanya sudah bukan lagi sebagai Lembaga Bangsa, maka Persatuan Indonesia dalam kondisi yang lemah dan akan terus melemah, yang akhirnya akan menghilangkan tegaknya kedaulatan rakyat dan merusak etika dan moral Bangsa Indonesia.

Artinya, Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia tidak pernah akan menjadi kenyataan. Sehingga, sikap keberpihakan Rakyat Indonesia kepada Tuhan Yang Maha Esa semakin lemah.

Maknanya, jumlah manusia yang adil dan beradab akan semakin sedikit. Dengan kata lain, jumlah manusia yang tidak adil dan biadab semakin banyak jumlahnya. Kondisi ini semakin memperlemah Persatuan Indonesia.

NKRI akan berubah tidak lagi hidup dan berkedudukan sebagai negara kebangsaan. Yang diindikasikan MPR-RI hanya akan sekedar menjadi Lembaga Tinggi Negara, tidak lagi menjadi Lembaga Tertinggi Negara, dan berkedudukan sama dengan Lembaga2 Tinggi Negara lainnya seperti Lembaga Kepresidenan, DPR,dll.

Akhirnya, bila kedudukan MPR-RI tetap dipaksakan sebagai Lembaga Tinggi Negara, maka akan terjadi rangkap jabatan atas seseorang sebagai pejabat tinggi negara pada dua Lembaga Tinggi Negara. Yang mana kondisi ini tidak diizinkan terjadi oleh UU. Yaitu akan terjadi anggota DPR-RI merangkap jabatan sebagai anggota MPR-RI.

Inilah dampak perusakan dan pengubahan UUD 1945 sebagai etika NKRI (yang disebut RI) sebagai negara kebangsaan menjadi RI sebagai negara demokrasi.

Kondisi perusakan dan pengubahan tersebut berdampak semakin lemahnya NKRI, yang diindikasikan oleh Bahasa Indonesia sebagai Bahasa formal semakin dinegasikan. Sehingga, etika dan moral bangsa tumbuh semakin tidak sehat.

Akhirnya, keberadaan Tanah Air Indonesia semakin rawan untuk lepas dari wilayah NKRI, seperti yang sudah terjadi dengan Timor Timur, Sepadan Ligitan dll yang sudah dan akan menyusul.

TIDAK ADA LAIN KATA, KECUALI UUD 1945 NASKAH ASLI HARUS DIBERLAKUKAN KEMBALI AGAR MPR-RI MENJADI LEMBAGA TERTINGGI NEGARA RI, INDIKATOR KEKUATAN PERSATUAN INDONESIA. INI KEHARUSAN, TIDAK ADA TAWAR MENAWAR. BILA KITA SEMUA MAYORITAS RAKYAT INDONESIA BERSEPAKAT “NKRI HARGA MATI!” . (Agus Kodri/ASHK PETA-08)

Paket Umroh Murah