Sebuah Renungan Menatap Dirgahayu NKRI ke-71

Sebuah Renungan Menatap Dirgahayu NKRI ke-71

SHARE

BataraNews.com – Lintasan Kebenaran Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia menunjukkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibentuk saat UUD 1945 disahkan sebagai Konstitusi Negara Republik Indonesia pada18 Agustus 1945.

Proses hingga dibentuknya NKRI merupakan perjalanan panjang sejarah manusia Indonesia. Yaitu kurang lebih sekitar 609 tahun lamanya, dimulai dari kehendak Tanah Air disatukan pada tahun 1336 oleh MahaPatih Gajah Mada.

Pancasila adalah merupakan saripati dari Lintasan Kebenaran Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia yang menunjukkan bahwa NKRI dibentuk dari terbangunnya Persatuan Indonesia terlebih dahulu.

Persatuan Indonesia akan lebih kuat bila orang-orang Bangsa Indonesia memiliki “Sikap keberpihakan kepada rakyat yang dipimpin oleh hikmat (ilmu) kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Permusyawaratan/perwakilan adalah tempat dimana orang-orang yang mewakili Rakyat Indonesia berkumpul untuk mengangkat harkat dan martabat hidup Bangsa Indonesia dengan menggunakan musyawarah untuk mufakat sebagai proses dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sehingga, mufakatnya sebagai keputusan yang dihasilkan hanya diorientasikan untuk mencapai “Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.”

Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia adalah variabel bebas untuk menentukan seberapa besar terangkatnya harkat dan martabat hidup Bangsa Indonesia dari waktu ke waktu.

Semakin keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia menjadi kenyataan, semakin terangkat harkat dan martabat Bangsa Indonesia. Akhirnya, semakin kuat Persatuan Indonesia.

Begitu juga, semakin keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia menjadi kenyataan, semakin banyak jumlah manusia Indonesia yang adil dan beradab.

Lebih jauh lagi, sikap keberpihakan Rakyat Indonesia kepada Tuhan Yang Maha Esa akan semakin kuat bila keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia semakin menjadi kenyataan.

Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia akan terus meningkat bila kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebagai program-program Pembangunan Nasional dikerjakan secara gotong royong, cermin jumlah manusia yang adil dan beradab yang hidup di wilayah NKRI meningkat.
Semakin banyak jumlah orang-orang Bangsa Indonesia dan orang-orang bangsa-bangsa lain yang hidup di Indonesia menjadi manusia yang adil dan beradab, semakin kuat Persatuan Indonesia.

Terlebih lagi, dengan semakin kuat sikap keberpihakan orang-orang kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka akan semakin banyak jumlah manusia yang adil dan beradab hidup di dalam wilayah NKRI. Persatuan Indonesia akan semakin lebih kuat lagi.

Semakin kuat Persatuan Indonesia, semakin kuat dan kokoh NKRI. Artinya, semakin intensifnya Bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi membangun kehidupan manusia-manusia yang hidup di wilayah NKRI.

Semakin intensif Bahasa Indonesia digunakan baik secara formal maupun secara informal, Bangsa Indonesia akan hidup semakin lebih terhormat dan semakin dikenal di dunia.

Semakin lebih terhormat dan semakin dikenalnya Bangsa Indonesia di dunia, semakin baik silaturahmi Bangsa Indonesia dengan masyarakat dunia. Ini jaminan Bangsa Indonesia akan hidup adil dan makmur.

Sehingga akan semakin kuatlah Tanah Air Indonesia, dimana kondisi lingkungan hidupnya akan semakin baik dan benar, subur dan indah. Masyarakatnya hidup gemah ripah loh jinawi.

Semakin dapatlah, akhirnya, difahami bahwa Sila-Sila dalam Pancasila itu merupakan langkah-langkah bagaimana mencapai Indonesia Merdeka, bagaimana sebaiknya kehidupan Bangsa Indonesia dibangun.

Begitu juga, sebagai dasar negara, Pancasila memberikan arahan bahwa hanya dengan memperkuat Persatuan Indonesia lah kekuasaan Pemerintah Negara RI yang dibentuk akan melaksanakan apa yang diamanatkan oleh Preambule UUD 1945 untuk mencapai Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

NKRI yang kuat dan kokoh ini, akhirnya, akan ditunjukkan oleh: (1) Bahasa Indonesia semakin intensif digunakan sebagai sarana komunikasi oleh seluruh manusia-manusia yang hidup dan berkehidupan di wilayah NKRI; (2) Bangsa Indonesia akan hidup dikenal dan berkehidupan terhormat sebagai bangsa adil dan makmur; (3) Tanah Air Indonesia dipelihara dengan baik dan benar menjadi suatu tatanan lingkungan kehidupan yang gemah ripah loh jinawi.

Semoga seluruh Bangsa Indonesia baik pemimpinnya dan rakyatnya dengan sadar dan tanggung-jawab berkehendak menjadikan NKRI benar-benar seperti yang disuratkan di dalam Preambule UUD 1945. Sehingga, Pancasila dan UUD 1945 Naskah Asli sebagai sendi-sendi utama kehidupan Bangsa Indonesia di dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara segera dikembalikan untuk difungsikan kembali.

Semoga ALLAH AZZA WA JALLA menggerakkan hati Presiden RI Joko Widodo untuk mengeluarkan KEPPRES RI yang memutuskan, “KEMBALI KE UUD 1945 NASKAH ASLI SEBAGAI TINDAK LANJUT AMAR KEPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI YANG TELAH MENETAPKAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA PADA 3 APRIL 2014.” Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin. (AS*)

*Agus Salim Harimurti Kodri, KEPALA LEMBAGA PENYELAMAT BANGSA PEJUANG TANPA AKHIR (PETA), PETA-08.

Paket Umroh Murah