Harga Daging sapi di Indonesia Termahal di Asean, Indonesia masih jauh dari...

Harga Daging sapi di Indonesia Termahal di Asean, Indonesia masih jauh dari sejahtera

SHARE

BataraNews.com - Menjelang tibanya bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok di berbagai tempat merambat naik, tidak terkecuali bahan pangan produk hewani seperti daging sapi dan daging ayam.

Indonesia dengan negara kepulauan yang masih menyimpan potensi alam yang luar biasa besar tidak serta merta membuat penduduknya sejahtera dalam bidang ekonomi.

Swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah sampai detik ini secara umum belum pernah berhasil. Ini yang menyebabkan secara umum juga harga bahan pokok di Indonesia rentan terhadap kenaikan harga.

Mensiasati hal ini, Presiden Jokowi dan para menteri seakan tidak punya cetak biru pemerintahan. Hal ini dapat kita tangkap pada pernyataan Jokowi yang ingin harga daging sapi bisa turun pada tahun ini namun tidak punya strategi yang jelas.

Pada satu kesempatan dalam acara Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan 2016 yang digelar di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jalan Ring Road Selatan Ngebel, Tamantirto, Bantul , Jokowi bilang,”Caranya saya tidak mau tahu. Saya minta sebelum Lebaran harga daging harus di bawah Rp 80.000.”

Kita bisa bayangkan, seorang Presiden tidak ingin tahu bagaimana harga daging sapi bisa turun tapi menyuruh pembantu-pembantunya yang mencari cara. Sikap seperti melepas tangan tersebut bukanlah sikap yang baik bagi seorang pemimpin negara.

Mungkin kita harus mundur sejenak ke zaman Khalifah Umar Bin Khattab r.a, ketika beliau memimpin negara yang besar, beliau berkata tidak akan makan daging sebelum rakyatnya semua bisa makan daging.

Berdasarkan data yang dihimpun KONTAN per Januari 2016, harga komoditas daging sapi dan daging ayam menunjukkan bahwa harga jual di Indonesia lebih mahal ketimbang di Malaysia dan Thailand. Dengan harga daging sapi saat ini rata-rata Rp 119.000 per kilogram (kg), Indonesia mengalahkan harga daging sapi di Malaysia, Thailand, dan Filipina yang jika dikonversi dalam mata uang rupiah, masing-masing hanya sekitar Rp 70.000 sampai Rp 109.000 per kg.

Begitu juga dengan harga daging ayam di Indonesia saat ini bertengger di angka Rp 41.000 per kg. Harga ini lebih mahal ketimbang ayam di Malaysia dan Thailand yang rata-rata hanya seharga Rp 37.000 dan Rp 38.000 per kg.

Untuk urusan pendapatan per kapita, penduduk Indonesia malah jauh ketinggalan dari Malaysia, Singapura dan Thailand. Indonesia hanya lebih tinggi dikit dibandingkan Filipina dan Vietnam.

Jika kita tengok Vietnam, meski pendapatan per-kapitanya lebih rendah sedikit dibawah kita, namun harga kebutuhan pokoknya pun lebih murah. itu sebabnya kita sering meng-impor bahan pokok dari Vietnam karena harga pangan mereka lebih murah daripada harga pangan kita.

Jadi Indonesia kapan sejahteranya ?

 

Paket Umroh Murah