Miris, Aceh Tenggara Hanya Memiliki Satu Sekolah UN Berbasis Komputer

Miris, Aceh Tenggara Hanya Memiliki Satu Sekolah UN Berbasis Komputer

1235
0
SHARE
ilustrasi

BataraNews – Aceh Tenggara. Kendati pelaksanaan UN secara umum yang berlangsung sejak hari pertama (Senin 4/4), hingga hari terakhir  Rabu (6/4) cukup lancar tanpa ada kendala apapun, namun dari 50 sekolah SMA sederajat di aceh Tenggara (Agara) terdata hanya satu sekolah saja yang menjalankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  yakni SMK Negeri 1 Kutacane.

Walaupun demikian, pihak  Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga( Dikpora ) telah mengusulkan dua sekolah lainya di antaranya, SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Kutacane pada tahun lalu, akan tetapi setelah melalui proses penilaian kedua sekolah tersebut tidak memenuhi standar yang di tetapkan, minimal  30% fasilitas penunjang berupa komputer , jaringan internet dan fasilitas lainya  yang wajib dipenuhi.

Kabid Dikmen Dikpora Aceh Tenggara, Najemi SPd.MPd
Kabid Dikmen Dikpora Aceh Tenggara, Najemi SPd.MPd

Hal ini di ungkapkan Kepala Dikpora Kabupaten Aceh Tenggara Drs.Syahrizal M.Si, melalui Kepala bidang Pendidikan menengah (KabidDikmen)  Najemi S.Pd M.Pd kepada media ini, Rabu (6/4). Sedangkan untuk tahun ajaran 2015/2016 ini sebanyak 3.502 Siswa ikuti Ujian Nasional (UN)dan sebanyak 234 orang warga dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat(PKBM) dan pondok pesantren ikuti UN  paket C berlangsung secara manual.

Najemi  saat ditemui di Posko UN di Gedung P3G  Kepada BataraNews , juga menyampaikan bahwa, dari sebanyak 3.502 siswa yang mengikuti UN tersebut terdiri 16 SMA Negeri dan 7 SMA Swasta, 3 Madrasah Aliyah Negeri dan 10 Madrasah Aliyah Swasta di tambah 4 SMK Negeri dan 8 SMK Swasta, dengan jadwal pelaksanaan UN untuk SMA/MA sejak sejak Senin tanggal 4-6, untuk SMK UN berlangsung hingga 7 April 2016, jelasnya.

Sementara itu, Ujian Nasional Paket C yang berlangsung di SMP Negeri I Kutacane Mulai tanggal 4-7 April 2016 pesertanya sebanyak 243  orang, diikuti oleh 11 pusat kegiatan belajar  masyarakat dan 4 sekolah dari sejumlah pondok pesantren.

Saat disinggung berapa peserta UN yang sakit atau drop out (DO),sebagaimana laporan dari sekolah di hari pertama untuk SMA/MA terdata 13 orang sakit dan 29 DO , sedangkan  untuk hari kedua ada laporan dari sekolah  yang masuk untuk SMA/MA siswa yang sakit sebanyak 11 orang dan 25 DO termasuk 1 orang  yang meninggal dunia  di laporkan pada  hari pertama pelaksanaan UN , pungkas Najemi. (bul)