Perjuangan Melalui Hashtag, Efektif Atau Destruktif

Perjuangan Melalui Hashtag, Efektif Atau Destruktif

SHARE

BataraNews.com – Tak dipungkiri keberadaan media sosial (medsos) sangat membantu masyarakat untuk mengungkapkan keluhan atau kritikan terhadap kebijakan pemerintah. Fenomena ini sudah lama terjadi, sejak munculnya medsos itu sendiri.

Belakangan, banyak bermunculan pergerakan rakyat di media sosial yang kerap menyuarakan dukungan atau kritikan melalui peran hashtag dengan tanda (#). Fungsi penggunaan hashtag tentu sudah jelas, untuk mengorganisir konten sehingga bisa secara otomatis terindex oleh jaringan sosial yang kemudian bisa dicari oleh pengguna lain.

Terkait hashtag dukungan atau kritikan, tentu yang menarik untuk dibahas adalah soal kritikan terhadap pemerintah. Sebab bila terkait hashtag dukungan, pemerintah tidak diperlukan respon, sebab kebijakannya mendapat dukungan dari pengguna medsos (Netizen). Bagaimana respon pemerintah terhadap kritikan melalui hashtag, efektif atau destruktif?

Hashtag Efektif

Publik tentu masih ingat dengan hashtag #SameOnYouSBY? Hashtag tersebut menjadi topic terpopuler lantaran tidak hanya menjadi tranding topic di Indonesia, tetapi bertengger masuk tranding topic dunia selama beberapa jam.

Fenomena ini merupakan reaksi netizen terhadap sikap Partai Demokrat yang melakukan “walk out” pada persidangan Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membahas tentang Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU PILKADA).

Partai Demokrat dan SBY menjadi sasaran kemarahan netizen, akibat sikap Demokrat yang memilih untuk meninggalkan ruang persidangan paripurna DPR. Suara dalam persidangan pengambilan keputusan soal UU Pilkada terbelah menjadi tiga:
1. Pro pemilihan Pilkada Langsung yang dimotori oleh PDI Perjuangan, PKB, dan Hanura.
2. Pro Pilkada melalui DPR Daerah (DPRD),
3. Demokrat yang pro dengan Pilkada langsung dengan 10 persyaratan.

Paripurna ini berakhir dengan pengambilan suara (voting) yang memenangkan Pilkada melalui DPRD. Polemik Pilkada melalui DPR menjadi isu panas. Pembahasan RUU Pilkada hingga tengah malam ini turut menjadi sorotan masyarakat luas.

Pasca kemenangan kubu pendukung Pilkada melalui DPRD, Partai Demokrat menjadi sorotan netizen pengguna media sosial. Sebagai saluran aspirasi yang terbuka, media sosial seperti Twitter menjadi saluran warga menumpahkan kekecewaan atas kembalinya pemilihan kepala daerah melalui DPRD ini, mereka suarakan melalui #SameOnYouSBY.

Salah satu unsur yang paling menjadi sorotan adalah sikap politik Partai Demokrat yang memilih meninggalkan (walk out) ruang persidangan.

Atas desakan masyarakat melalui hashtag #SameOnYouSBY, akhirnya SBY pun menuruti keinginan netizen dan berniat mengajukan gugatan ke MK.

“Dalam UUD, jika mengeluarkan undang-undang maka harus mendapatkan persetujuan presiden dan DPR. Maka sebelum diundangkan, saya akan menempuh segala cara agar RUU tentang Pilkada inti bisa dibatalkan. Tapi saya tetap akan dalam koridor hukum,” jelas SBY kala itu.

Hingga perjuangan hashtag #SameOnYouSBY berhasil mengubah keputusan Paripurna DPR dan mengembalikan Pilkada Langsung.

Hashtag Destruktif

Dipenghujung tahun 2015, media sosial dihebohkan dengan kemunculan hashtag #PapaDoyanLo*** yang dipelopori Yulianus Paonganan alias Ongen, pemilik akun @ypaonganan.

Akun @ypaonganan dalam postingannya mengunggah foto Presiden Jokowi dan Nikita Mirzani dengan diberi hashtag #PapaDoyanLon**. Berdasarkan postingan tersebut, Ongen dianggap melanggar Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), Surat Edaran Hate Speech (SEHS), dan Undang-undang Pornografi.

Hashtag tersebut dianggap destruktif, sehingga pihak kepolisian langsung menangkap Ongen di kediamannya. Postingan Ongen dianggap penghinaan, dan pelecehan terhadap kepala negara. Terkait persoalan Ongen, kita kembalikan penilaiannya kepada publik.

Kesimpulan

Perjuangan melalui hashtag tetap efektif, meski masih ada beberapa yang tidak ditanggapi, tetapi tetap berpengaruh terhadap konstelasi politik. Seperti yang diketahui saat ini ada pergerakan yang dinamakan “Jempol Rakyat”. Selamat Berjuang!

Penulis: Biren Muhammad

Paket Umroh Murah